Cut Yety Kasturi, Mahasiswi UIN dari Matangkuli Jadi Duta Google
mufti February 15, 2026 10:17 AM

Selama empat bulan masa bakti, para ambassador bertugas menyelenggarakan pelatihan dan kegiatan edukatif untuk mengenalkan pemanfaatan AI secara produktif di lingkungan kampus dan komunitas.

Komitmen dan Harapan

Cut Yety mengatakan, perkembangan teknologi menuntut mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkannya secara bijak.

“AI bukan hanya untuk mahasiswa teknologi, tetapi bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran di berbagai bidang. Saya berharap pengalaman ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa agar berani mencoba dan terus mengembangkan diri,” ujarnya.

Ia berkomitmen mengimplementasikan ilmu dan jejaring yang diperoleh selama program GSA, baik di lingkungan kampus maupun dalam kegiatan organisasi IMPELMA.

Apresiasi IMPELMA

Keberhasilan tersebut turut membanggakan keluarga besar Ikatan Masyarakat dan Pelajar Matangkuli (IMPELMA) Banda Aceh, mengingat Cut Yety merupakan salah satu pengurus aktif organisasi tersebut.

Ketua Umum IMPELMA Banda Aceh, Andi Miswar, S.Sos, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Cut Yety mencerminkan kualitas sumber daya manusia pemuda asal Matangkuli yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan untuk kemajuan organisasi dan memberi dampak positif bagi anggota lainnya.

IMPELMA Banda Aceh sendiri merupakan wadah organisasi bagi mahasiswa dan masyarakat asal Matangkuli yang berdomisili di Banda Aceh. Organisasi ini berkomitmen pada pembinaan kepemudaan, sosial, serta pengembangan potensi akademik guna melahirkan generasi inovatif bagi kemajuan daerah.

Prestasi Cut Yety di tingkat nasional ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Aceh, khususnya dari Matangkuli, untuk terus berprestasi dan memanfaatkan peluang di era transformasi digital.(jaf)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.