Dituding Mark Up Wakaf Al Quran, Taqy Malik Kini Ajak sang Sahabat Untuk Tabayyun
Kharisma Tri Saputra February 15, 2026 11:00 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Setelah terlibat polemik sengketa tanah, YouTuber sekaligus penghafal Al-Quran, Taqy Malik menjadi sorotan lagi .

Dugaan baru terkait program wakaf Al-Qur’an yang dijalankannya kini menjadi permasalahannya.

Menjadi perbincangan dan perhatian publik soal Taqy diduga melakukan mark up harga mushaf dalam program wakaf.

Sebagai informasi, mushaf merupakan naskah Alquran yang ditulis tangan. Sementara wakaf merupakan pemberian yang bersifat suci untuk kepentingan ibadah atau kemaslahatan umum.

Hal itu diungkap oleh selebgram sekaligus sahabat Taqy Malik, Randy Permana di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Taqy Malik langsung menyebarkan undangan secara terbuka untuk Randy Permana.

IKHLAS DIBONGKAR : Taqy Malik Ikhlas Masjid dan Rumah Dibongkar Imbas Dinyatakan Wanprestasi dalam kasus pembelian tanah, Rabu (8/10/2025).
IKHLAS DIBONGKAR : Taqy Malik Ikhlas Masjid dan Rumah Dibongkar Imbas Dinyatakan Wanprestasi dalam kasus pembelian tanah, Rabu (8/10/2025). (Instagram Taqy Malik)

"Undangan Terbuka Tabayyun

Bissmillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan dipublikasi secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggung jawab. Terkait amanah wakaf mushaf dan persoalan lain yang dilontarkan."

"Semua fasilitas akan kami sediakan sebaik mungkin, agar terjadinya kenyamanan dan saling menghormati dalam forum, sehingga terjaganya wibawa diskusi yang akan kita jalankan

Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran.

Ini bukan tentang menyerang, melainkan menjaga amanah. Dan ini bukan tentang opini, melainkan pertanggungjawaban di hadapan manusia, dan terlebih lagi di hadapan Allah SWT," tulis @taqy_malik pada Sabtu (14/2/2026).

"Amanah adalah kehormatan. Dan kehormatan dijaga oleh kejujuran, bukan dengan diam.

Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri di atas kejelasan (bukan asumsi atau tuduhan liar semata)," lanjutnya.

Randy pun merespons ajakan tersebut dengan cepat.

Ia pun meminta Tay Malik segera menghubunginya lewat WhatsApp.

"Yuk mari.. daripada unfollow ane, punya WA ane kan tinggal call juga," tulis @paparich666 membalas unggahan Taqy Malik di Instagram Story.

Namun Randy pun mengajak Taqy Malik untuk bertabayyun di Madinah bukan lewat media sosial.

"Alhamdulillah akhirnya broku Taqy kamu mengajak tabayyun, tapi lebih enak kalau kita bertabayyun di Madinah. Kita tunjukkan ke netizen, ke follower antum follower ana gimana cara mushaf sebenarnya, bagaimana aturan Saudi sebenarnya. Ayo kita ketemu di Madinah," terang Randy.

Randy juga akan mengajak polisi Saudi untuk menjadi penengah tabayyun mereka.

Ia pun tetap bersedia jika diajak tabayyun melalui live Instagram.

Jika pun Taqy tak bisa terbang ke Madinah karena urusan visa atau tiket, Randy siap menyediakan untuk sang sahabat.

"Kalo cuma mau tabayun di live Instagram inpo aja kapan jam berapa?

Kalo mau ketemu, ketemu di Madinah. Kalo gak ada visa dan tiket bilang aja saya kasih gratis," tulis @paparich666.

Saran Randy pun ditanggapi oleh Taqy Malik.

Mantan suami Salma Sunan tersebut, mengajak Randy bertemu di Indonesia untuk meluruskan tuduhan yang sudah dilontarkan.

"Baik, saya menerima tawaran Saudara Randy untuk bertemu di Madinah. Tidak perlu merepotkan diri untuk membiayai perjalanan saya, InsyaAllah saya akan menanggungnya secara pribadi

Namun, dengan satu syarat, sebelum itu, kita berdiskusi dan mengonfirmasi terlebih dahulu di Indonesia mengenai seluruh tuduhan yang Saudara sampaikan, sekaligus dalam rangka bersilaturahmi

Mengingat saat ini kita sama-sama berada di Indonesia dan sama-sama Warga Negara Indonesia, saya memandang akan lebih bijak dan tepat apabila pertemuan tersebut dilakukan di sini terlebih dahulu, agar persoalan ini dapat dibahas secara terbuka, jernih, dan mencapai titik tengah dengan baik," tulis @taqy_malik.

Randy pun mengajak Taqy bertemu di Surabaya atau Bali.

Dan meluruskan akan melangsungkan siaran langsung pada jam 23.00 WIB.

Kronologi Dugaan Mark Up Wakaf Al Quran oleh Taqy Malik

Dugaan ini mencuat setelah selebgram yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, yang juga dikenal sebagai sahabat Taqy Malik, mengungkap kronologi dan pengalamannya secara langsung.

Randy mengaku, mengetahui sejak awal bagaimana program wakaf itu berjalan, termasuk dinamika di lapangan yang melibatkan pembelian mushaf hingga perhatian otoritas setempat.

"Jadi saya kenal Taqy Malik memang sudah lama, dan saya sendiri memang pekerjaan saya di Saudi, ya di Mekah dan Madinah, karena saya sehari-hari memang melayani tamu-tamu jemaah umrah seperti itu," ujar Randy, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/2/2026). 

Ia menjelaskan, program wakaf tersebut mulai berjalan pada 2023, ketika Taqy mulai membuka donasi wakaf Al-Qur’an yang dibeli langsung dari percetakan resmi di Madinah.

"Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana," terangnya. 

Menurut Randy, saat itu jumlah mushaf yang dibeli mencapai ribuan eksemplar.

Namun, pembelian dalam jumlah besar itu kemudian memicu perhatian pihak otoritas.

"Nah, ketika Taqy membuka itu, masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah wakaf itu hampir sekitar 3.000 mushaf saat itu, 3.000 Quran. Belilah dia di sana."

"Dan singkat cerita, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita sudah tidak bisa lagi membeli banyak di pabrik percetakan itu. Karena dari pihak otoritas keamanan masjid atau apa melihat atau menilai bahwa mushaf ini diperjualbelikan oleh jemaah secara online, dan itu secara aturan dilarang," paparnya.

Randy menjelaskan bahwa mushaf wakaf di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi umumnya berasal dari percetakan resmi pemerintah Arab Saudi.

"Saudi memperbolehkan. Memang banyak toko-toko di area masjid, terus di sekitar Makkah atau Madinah itu menjual mushaf yang memang diperuntukkan untuk wakaf. Karena di dalam masjid itu mushaf yang diperuntukkan untuk wakaf itu hanya diperbolehkan keluaran dari pabrik tersebut yang ada di Madinah, namanya percetakan Malik Fahad," jelas Randy. 

Setelah adanya pembatasan, pembelian mushaf dalam jumlah besar menjadi sulit dilakukan, terutama bagi jemaah yang datang menggunakan visa umrah.

"Nah, kemudian akhirnya dari situ kita sudah tidak bisa membeli ketika saya mendapat titipan dari jemaah. Misal saya membawa jemaah satu bis, biasanya titip untuk wakaf. Saya membeli itu untuk 200–300 itu enggak bisa, sudah dibatasi. Karena ada indikasi bahwa banyak jemaah, khususnya yang mereka datang untuk umrah, dalam arti mereka datang menggunakan visa umrah, bukan visa kerja, menjual Quran ini sebagai bisnis. Akhirnya itu yang dibatasi, yang pertama," tuturnya.

Meski demikian, Randy mengaku telah mengingatkan Taqy agar lebih berhati-hati dalam menjalankan program tersebut.

"Nah, singkat cerita, tahun kedua dia melakukan itu lagi. Saya sudah bilangin, 'Bro, hati-hati ya. Jangan terang-terangan. Jangan. Saya sendiri juga melakukan untuk menyalurkan wakaf, tapi saya memang dari jemaah yang saya bawa, dan itu jemaah kadang saya ajak belanja juga di tempatnya.'"," katanya. 

Ia bahkan menyarankan agar distribusi mushaf dilakukan secara bertahap untuk menghindari kecurigaan otoritas.

"Nah, karena tahun kedua saya sudah bilangin, 'Bro, kalau kamu mewakafkan mushaf, menyalurkan mushaf, dicicil saja 50, 100 antar ke masjid. Jangan langsung ribuan seperti itu. Polisi melihat itu yang kena teman-teman yang ada di Makkah Madinah yang stay."

"Mereka yang kerja di sini, mereka yang kerjanya benar menyalurkan dari jemaah dipikir mereka jualan.' Dan sudah beberapa kali kasus teman-teman saya itu ketangkap sama polisi, dipenjara 3 hari, 4 hari, perkara niatnya hanya mewakafkan mushaf," ujarnya.

Tak hanya program wakaf mushaf, Randy juga menyinggung program sedekah makanan yang disebut-sebut memiliki selisih harga cukup signifikan.

"Sampai di tahun lalu itu di Madinah itu Taqy memang lagi sama saya. Saya sudah bilangin lagi. Dia buka sedekah makanan juga, yang di mana rata-rata harga sedekah makanan di sana itu kurang lebih sekitar 10 riyal, mungkin ada dari 8 riyal, 10 riyal, sampai 15 riyal. Itu kurang lebih kalau dikurs ke rupiah mungkin dalam Rp50.000-an, tapi dia membuka itu dengan harga Rp100.000 per boks. Akhirnya itu ramai lagi," bebernya.

Situasi tersebut bahkan sempat menarik perhatian aparat setempat.

"Dicarilah dia oleh polisi di sekitar. Sampai yang awalnya dia stay di hotel, dia kabur. Dia cari apartemen yang jauh dari masjid saat itu. Tahun itu dia tahu sendiri, dan itu posisi memang lagi sama saya," ucapnya.

Menurut Randy, program serupa kembali dibuka menjelang Ramadan tahun ini.

Namun, upaya komunikasinya kepada Taqy tidak mendapat respons.

"Nah, tahun ini dia membuka lagi. Ramadan masih 2–3 minggu lagi, tapi dia sudah membuka peluang itu lagi. Saya bilangin baik-baik, saya DM, 'Afan, bro, begini, bla bla bla bla bla.'"

"Singkat cerita, saya enggak digubris, dan saya lihat dia menyindir saya di story, dan saya di-unfollow. "

"Nah, itulah yang membuat, ah ini memang enggak bisa. Saya di Tanah Suci menjaga teman-teman agar kerja semua nyaman. Dia yang enggak tinggal di sini, tapi memanfaatkan peluang yang akhirnya merugikan saya dan teman-teman. Itulah alasannya kenapa saya mengangkat isu ini," pungkasnya. 

(Tribunnews.com, Siti N/ Rinanda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.