Arsitektur Bukan Sekadar Bangunan, ICOMCUBE 2026 Bahas Sistem Ruang dan Identitas Kota
Ayu Prasandi February 15, 2026 01:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– International Conference on Malay Culture and Built Environment (ICOMCUBE) 2026 menghadirkan berbagai pemaparan ilmiah yang mengulas keterkaitan budaya, arsitektur, dan lingkungan binaan dalam konteks regional maupun global.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Ar. Achmad Delianur Nasution, S.T., M.T., IAI, AA, IAP, GP, IPU yang merupakan Head of Professional Architecture Program Universitas Sumatera Utara sekaligus dosen Departemen Arsitektur USU, memaparkan materi berjudul Urban Open Space and Architectural Elements in Mughal Architecture and Their Transregional Influence on the Sultanate of Delhi in the Straits of Malacca.

Dalam pemaparannya, Achmad Delianur Nasution menekankan bahwa arsitektur tidak dapat dipahami hanya sebagai bentuk fisik bangunan, melainkan bagian dari sistem ruang yang lebih luas.

“Arsitektur tidak hanya berdiri sebagai fisik semata, tetapi terintegrasi dengan sistem lain, baik sistem ruang, mobilitas, maupun sistem sosial masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa dalam konteks global, kota dan ruang dibentuk sebagai komponen yang saling terhubung.

“Dalam konteks global, tempat-tempat dibangun sebagai komponen ruang yang saling berinteraksi, termasuk dengan transportasi, fasilitas fisik, hingga sistem teknologi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya identitas dalam pembentukan ruang kota. Menurutnya, persepsi publik terhadap identitas menjadi bagian penting dalam keberlanjutan suatu kawasan.

“Persepsi publik terhadap identitas menunjukkan bahwa pengakuan terhadap identitas tempat itu sangat penting, dan bisa dimaknai dari berbagai perspektif,” jelasnya.

Dalam sesi tersebut juga dibahas bagaimana arsitektur Mughal memiliki pengaruh lintas regional yang kuat, termasuk terhadap perkembangan kawasan kesultanan di wilayah Selat Malaka.

Pengaruh tersebut terlihat pada pola tata ruang kota, elemen arsitektur, serta konsep ruang terbuka yang menjadi bagian dari sistem perkotaan di kawasan Melayu.

Konferensi ICOMCUBE 2026 sendiri menjadi wadah pertemuan akademisi, praktisi, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas budaya Melayu dan lingkungan binaan dalam perspektif lintas disiplin.

Forum ini diharapkan dapat mendorong pengembangan kota yang tetap berakar pada identitas budaya sekaligus adaptif terhadap dinamika global.

(cr26/tribun-medan.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.