TRIBUN-MEDAN.COM, TARUTUNG-Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Dra Sorta Ertaty Siahaan, kembali mengusulkan bantuan beasiswa pendidikan bagi ratusan anak kurang mampu di Kabupaten Tapanuli Utara, Sabtu (14/2/2026).
Pengusulan itu dilakukan setelah proses verifikasi di tingkat akar rumput PDI Perjuangan. Penjaringan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Desa Pardangguran, Kecamatan Tarutung, dan Desa Janji Natogu, Kecamatan Pahae Julu.
Di sana, para orang tua sebagian besar petani datang membawa harapan agar anak-anak mereka tetap bisa bersekolah.
Sebelumnya, Ketua DPD PDIP Sumatera Utara yang juga anggota Komisi XIII DPR RI, Drs Rapidin Simbolon MM, telah menyalurkan beasiswa kepada 242 pelajar di Tapanuli Utara, setelah lebih dahulu memberikan bantuan serupa kepada 635 siswa di Kabupaten Toba pada Oktober 2025.
Di Taput, bantuan tersebut diberikan kepada 206 siswa SD senilai Rp92.700.000, 28 siswa SMP senilai Rp21.000.000, dan 8 siswa SMA/SMK senilai Rp8.000.000.
Total dana yang disalurkan mencapai Rp121.700.000 untuk 242 pelajar pada 2025 lalu.
Kali ini, Sorta Ertaty Siahaan yang dikenal sebagai wakil masyarakat Taput di DPRD Sumut kembali bertemu para orang tua siswa kurang mampu yang mengusulkan nama anak-anak mereka sebagai calon penerima beasiswa.
Ia datang bersama Rapidin Simbolon Ketua DPD PDIP Sumut yang juga ketua, Ketua DPC PDI Perjuangan Taput Jimmy Tambunan, serta sejumlah kader lainnya.
Menurut Sorta, terdapat 222 calon penerima yang terdiri atas siswa SD, SMP, dan SMA dari berbagai kecamatan, seperti Pangaribuan, Sipahutar, Tarutung, dan Pahae dalam pengusulan kali ini.
Untuk tahun 2026, nilai bantuan mengalami kenaikan 50 persen. Setiap siswa SD akan menerima Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, dan SMA/sederajat Rp1,8 juta.
“Harapan kami, bantuan ini bisa meringankan beban orang tua dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan sekolah,” ujar Sorta.
Bagi para petani, bantuan itu bukan sekadar angka. Ganti Masa Manalu, seorang petani, mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan.
Ia menyebut anaknya masih duduk di bangku SD, sementara penghasilannya sebagai petani tidak menentu.
“Saya bangga punya anggota DPR seperti Pak Rapidin dan Ibu Sorta. Saya jadi lebih bersemangat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rodison Sinaga. Ia menilai kehadiran wakil rakyat dari pusat dan provinsi menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar didengar.
“Terima kasih kepada Bapak Rapidin yang datang dari pusat dan Ibu Sorta dari provinsi. Ini luar biasa. Mereka betul-betul mendengar aspirasi masyarakat,” katanya.
Sebagai petani, Sinaga mengaku sangat terbantu, terlebih dalam situasi sulit saat ini. Ia menyebut sejumlah tanaman rusak dan ladang terbawa longsor akibat bencana.
“Saat ini memang fase sulit bagi petani. Tanaman hancur, ladang pun ada yang terbawa longsor,” ucapnya.
Di tengah kondisi itu, ia berharap perhatian terhadap petani kecil terus berlanjut.
“Semoga Ibu Sorta dan Pak Rapidin selalu bersama kami, para petani kecil,” katanya.
Bagi mereka, pendidikan anak adalah jalan keluar dari lingkaran kesulitan. Dan beasiswa, sekecil apa pun nilainya, menjadi penguat bahwa harapan itu belum padam.(Jun-tribun-medan.com).