Prestasi Fajar di Carabao International Open 2026, POBSI Sulteng Siap Dukung Atlet Cilik
Fadhila Amalia February 15, 2026 01:29 PM

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata 

TRIBUNPALU.COM, PALU – Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sulawesi Tengah periode 2025–2029, Andi Raharja Limbunan, mengapresiasi kiprah Fajar, bocah lima tahun asal Kabupaten Tolitoli menjadi sorotan dalam ajang Carabao International Open (CIO) 2026.

Turnamen internasional tersebut berlangsung pada 4–8 Februari 2026 dan menghadirkan banyak atlet dari berbagai daerah.

Keikutsertaan Fajar di usia sangat belia menuai beragam pandangan dari atlet lainnya.

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Satpol PP Parigi Moutong Amankan Puluhan Liter Minuman Beralkohol

Ditemui TribunPalu.com saat silaturahmi bersama Fajar dan kedua orang tuanya di kediaman, Ketua POBSI Sulteng di Jl Nokilalaki, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Andi menyebut Fajar sebagai “anomali” dalam dunia biliar Sulawesi Tengah.

“Saya baru menjabat sebagai Ketua POBSI Sulawesi Tengah. Fajar ini anomali. Kita tidak menyangka ada atlet cilik yang sangat berbakat dan luar biasa di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurutnya, bakat Fajar bahkan menarik perhatian klub besar seperti Carabao Junior dari Jawa yang tertarik merekrutnya.

Meski demikian, Andi menegaskan Fajar tetap akan membela Sulawesi Tengah di setiap ajang resmi, meskipun nantinya bergabung dengan klub di luar daerah.

“Saya bisa yakinkan Fajar akan tetap membela Sulawesi Tengah walaupun klubnya di mana pun,” tegasnya.

Baca juga: Sambut Ramadan 1447 H, Ini Niat Mandi Wajib dan Keutamaannya Bagi Umat Islam

Selain Fajar, Andi juga menyoroti prestasi atlet muda Sulawesi Tengah lainnya, Jayden Kenneth, asal Kabupaten Tolitoli berhasil menembus delapan besar dalam ajang ASEAN Pool Championship yang digelar pada 23–31 Januari 2026 di Aneus Tower, Jakarta.

“Ini ajang bergengsi level Asia. Artinya bocah-bocah Sulawesi Tengah sekarang sudah berbicara banyak di olahraga biliar,” katanya.

Ia berharap ke depan Sulawesi Tengah memiliki pelatih dan pendamping psikolog yang mumpuni untuk membentuk mental bertanding atlet, terutama menghadapi Babak Kualifikasi PON dan PON 2028.

“Biliar bukan hanya mengadu skill, tapi juga pikiran, mental, hati dan jiwa. Atlet tidak boleh takut dengan lawan atau situasi,” tambahnya.

Baca juga: Pemantauan Cuaca di Parigi Moutong Sulteng, Hujan Ringan Hanya di Sejumlah Kecamatan

Terkait komunikasi dengan klub yang berminat merekrut Fajar, Andi mengatakan hingga kini belum ada pembicaraan resmi dengan POBSI, karena komunikasi masih dilakukan langsung antara klub dan orang tua atlet.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.