Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Amatus Huby
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAWIJAYA - Dalam Rangka Opening Seremoni Liga 4 PSSI Papua Pegunungan, Persipura Legend bernostalgia kembali bersama Persiwa Legend di Stadion Wamena, Kabupaten Jayawijaya akhir pekan tadi.
Stadion ini berada di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan yang terletak di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan air laut (Mdpl).
Baca juga: Laga Penentuan Nasib Persipura vs Barito Putera: Suporter Ajak Warga Padati Stadion Lukas Enembe
Oleh karena itu, cuaca di daerah ini sangat sejuk dan cenderung dingin. Tentu ini menjadi tantangan pra pemain dalam mengarungi pertandingan persahabatan tersebut.
Pertandingan tersebut menjadi nostalgia kejayaan sepak bola Bumi Cenderawasih kembali bersemi.
Bertajuk laga persahabatan penuh nostalgia, Persipura Legend sukses menunjukkan dominasi mereka saat bertemu sang rival lama, Persiwa Legend.
Tak tanggung-tanggung, skor telak menghiasi papan pertandingan yang terpampang di stadion kebanggaan warga Jayawijaya tersebut.
Laga yang mempertemukan para pahlawan sepak bola Papua ini berlangsung meriah. Tensi tinggi khas Derby Papua langsung menghiasi pertandingan sejak pertama peluit wasit dibunyikan.
Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Persipura Jayapura vs Barito Putera
Persipura Legend yang diperkuat nama-nama ikonik masih menunjukkan sentuhan emas mereka.
Permainan si kulit bundar dari kaki ke kaki pemain yang sangat cepat, membuat lini pertahanan Persiwa Legend kewalahan.
Alhasil, hujan gol tak terelakkan. Persipura sukses menyarangkan enam gol ke gawang tim Badai Pegunungan.
Baca juga: Rahmad Darmawan Sebut 3 Pemain Baru Persipura Siap Bertanding Lawan Barito Putera
Persiwa Legend bukan tanpa perlawanan. Melalui skema serangan balik, mereka sempat memperkecil ketertinggalan menjadi satu gol.
Namun, faktor fisik dan koordinasi lini belakang menjadi celah yang terus dimanfaatkan oleh skuad Mutiara Hitam.
Baca juga: Head to Head Persipura Jayapura vs Barito Putera, Kedua Tim Berebut Puncak Klasemen Sementara
Skor akhir 6-1 mengunci kemenangan telak bagi Persipura Legend. Namun lebih dari sekadar angka, laga ini menjadi ajang silaturahmi bagi para mantan penggawa yang pernah mengharumkan nama Papua di kancah nasional maupun internasional.
Kemenangan ini membuktikan bahwa kelas dan skill para legenda sepak bola Papua memang belum pudar dimakan usia.
Baca juga: Lawan Barito Putera di Laga Perdana Putaran Ketiga, Persipura Diprediksi Tampil Tanpa Artur Vieira
"Semoga semangat kami hari ini menular kepada generasi muda untuk membangkitkan kembali prestasi sepak bola di timur Indonesia,"ungkap kapten legend Persipura, Eduard Ivakdalam saat jumpa pers usai laga.
Eduard Ivakdalam mengatakan bahwa pertandingan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan simbol persaudaraan antar mantan pemain yang dulu pernah bersaing sengit di lapangan hijau.
• Kata Rahmad Darmawan soal Peluang Debut Pemain Baru Persipura di Laga Kontra Barito Putera
Meski di masa lalu persaingan antar tim, seperti saat menghadapi Persiwa Wamena, terasa sangat panas baku musuh di lapangan, tapi di luar lapangan mereka adalah keluarga. Nilai sportivitas inilah yang ingin ditularkan kepada generasi muda yang memadati stadion.
"Kita tunjukkan bagaimana sportivitas dijunjung tinggi. Walaupun dulu kita main lawan Persiwa ini macam musuh, tetapi di luar kita tetap keluarga. Ini pelajaran untuk anak-anak kita yang nantinya akan bertanding," katanya.
• Jadwal Pekan 19 Championship 2025/2026, Persipura Jayapura Lawan Barito Putera
Dikatakan kondisi sepak bola Papua di kancah nasional saat ini memang tengah menjadi tantangan besar.
Dengan minimnya perwakilan tim Papua di Liga 2 dan Liga 3, kompetisi lokal yang akan berjalan diharapkan menjadi jembatan bagi tim-tim dari pegunungan untuk naik kelas.
"Targetnya jelas, untuk melahirkan juara yang mampu mewakili Papua Pegunungan ke tingkat nasional dan mengamankan posisi di Liga 3. Harapannya, akan muncul sosok "Badai Pegunungan" baru yang mampu mengulang kejayaan masa lalu,"harapnya.
Baca juga: Target Victor Mansaray: Kembalikan Marwah Persipura Jayapura ke Kasta Tertinggi
Selain itu dia juga mengatakan bahwa Fasilitas Stadion yang Membanggakan Transformasi Stadion Pendidikan Wamena ini menjadi sumber motivasi tersendiri.
Jika dulu fasilitas tribun masih terbatas dan hanya berbahan kayu, namun kini stadion telah bersolek menjadi bangunan megah yang dilengkapi dengan kursi penonton.
Baca juga: Komentar Victor Mansaray soal Dirinya Gantikan Peran Matheus Silva di Persipura
"Dengan adanya perubahan fasilitas ini kami berharap berbanding lurus dengan prestasi atlet. Mengingat sejarah besar tim dari Wamena yang pernah berjaya, stadion megah ini harus menjadi kawah candradimuka bagi bibit unggul untuk menggantikan peran legenda Persiwa di masa depan," ungkapnya.
Dikatakan pula Reuni dan Edukasi menanamkan nilai sportivitas kepada talenta muda sejak dini. Target Kompetisi ini mendorong juara lokal untuk menembus kasta Liga 3 Nasional.
Baca juga: Persipura Menang pada Laga Ekshibisi di Sorong, Coach RD Inginkan Hal Ini Jelang Lawan Barito Putera
"Jadi kami harapkan para generasi yang akan bertanding nantinya memanfaatkan kemegahan stadion baru sebagai pemacu semangat berprestasi," pungkasnya. (*)