SURYA.CO.ID - Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan impian banyak orang, tak terkecuali bagi Agus Sufyan.
Anak seorang petugas keamanan (satpam) di sebuah kampus di Tangerang Selatan ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih prestasi internasional.
Perjalanan hidupnya membawa Agus melintasi benua, dari Jakarta hingga ke koridor akademik University of Queensland (UQ), Australia.
Setelah meraih gelar Master (S2) melalui beasiswa LPDP, kini ia kembali ke kampus yang sama untuk menempuh jenjang Doktoral (S3) dengan dukungan beasiswa BIB-LPDP.
Hidup dalam keterbatasan memaksa Agus untuk mandiri sejak dini.
Selama menempuh studi S1, ia aktif berburu beasiswa untuk meringankan beban orang tua.
Perjuangannya membuahkan hasil pada semester 2. Ia berhasil mendapatkan bantuan dana pendidikan penuh.
"Jadi, waktu baru masuk S1 pertama kali saya ingat bapak saya bayar uang UKT kalau sekarang bahasanya ya,” kenangnya, dikutip SURYA.CO.ID dari laman LPDP.
Baca juga: Sosok Rafiq, Kuliah di Universitas Unggulan Jepang Berkat Beasiswa Ajinomoto
Selain mengandalkan beasiswa, Agus juga bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pengalaman ini membentuk ketahanan mentalnya sebelum akhirnya terjun ke dunia profesional.
Langkah Agus menuju kancah internasional bermula di akhir masa studi S1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Ia terpilih dalam program "Pembibitan Dosen" yang diinisiasi oleh Rektor saat itu, Prof. Komaruddin Hidayat.
Program selektif ini hanya diikuti oleh 24 orang terbaik dari berbagai fakultas.
Menariknya, meski merupakan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Agus mengaku baru mengenal sistem tes IELTS melalui program tersebut.
"Saya bahkan baru tahu IELTS itu saat di program itu. Emang ini agak lucu ya karena kami dulu familiar dengan TOEFL sebenarnya," ujarnya sambil tertawa.
Agus berhasil mendapatkan Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari University of Queensland untuk jurusan Applied Linguistics (Linguistik Terapan).
Menurutnya, memiliki LoA memberikan keuntungan strategis saat mendaftar beasiswa LPDP.
"Posisi kita itu sebenarnya sudah lebih kuat daripada yang belum punya LA. Interviewer mungkin sudah melihat bahwa kita itu tangguh untuk mendapatkan LoA itu," jelasnya.
Pemilihan Queensland didasari pertimbangan lingkungan yang kondusif bagi keluarga, serta suasana yang tidak sepadat Sydney atau Melbourne.
Pada Desember 2016, ia resmi berangkat sebagai awardee LPDP.
Berdasarkan pengalamannya mereview lebih dari 200 esai calon pendaftar, Agus memberikan tips krusial.
Ia menegaskan agar pelamar tidak "menjual kesedihan" sebagai senjata utama dalam esai.
"Orang (rekruter) itu lebih pengen dengar seberapa resilient (tangguh) Anda dalam berjuang melawan keadaan itu, tapi Anda tetap gigih. Sebenarnya itu yang pengen didengar sama si interviewer," tegasnya.
Agus menyarankan agar pelamar fokus pada perjalanan (journey) bagaimana mereka bangkit dari kegagalan.
“Jadi misalnya gini, saya anak Tukang Becak, pendidikan buat saya adalah sesuatu yang mewah misalnya, apalagi saya di daerah."
"Tapi hal ini tidak menghentikan saya untuk terus berjuang. Saya meraih ini, ini, ini, dan ini. Dari situ saya belajar gini, gini, gini, untuk akhirnya bisa meraih yang ini, ini, ini,” ungkapnya memberi contoh.
Integritas adalah nilai yang sangat dihargai oleh LPDP. Agus membuktikan janjinya untuk kembali ke Indonesia.
Usai merampungkan S2 di Australia, ia langsung mengabdi sebagai dosen tetap di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Kini, sembari menempuh S3 di Australia melalui skema beasiswa BIB-LPDP, komitmennya tetap sama: meningkatkan kualitas pendidikan guru di Indonesia.
“Saya akan berfokus sebenarnya untuk bagaimana mendidik mahasiswa saya menjadi orang yang lebih peka dengan para siswanya,” ungkapnya.
Ia berharap narasi tentang guru tidak lagi sebatas soal gaji, melainkan sebagai agen perubahan masyarakat.
“Setelah S3 saya wajib pulang karena saya sudah menjadi dosen tetap. Saya harus kembali,” pungkasnya penuh keyakinan.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung