Soroti Aplikasi e-Lapor SMAN 2 Banjarbaru, Anggota DPRD Emi Lasari: Perlindungan Pelapor Wajib Ada
Ratino Taufik February 15, 2026 06:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memiliki sistem pengaduan berbasis digital yang dirancang untuk memudahkan siswa menyampaikan aspirasi maupun keluhan.

Aplikasi tersebut bernama e-Lapor dan hanya dapat diakses oleh siswa SMAN 2 Banjarbaru. Aplikasi ini diluncurkan saat momen HUT SMAN 2 Banjarbaru beberapa waktu lalu.

Melalui e-Lapor, para siswa dapat menyampaikan isi hati maupun melaporkan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, menyoroti pentingnya perlindungan identitas bagi pelapor maupun korban yang menyampaikan aduan melalui aplikasi e-Lapor milik SMAN 2 Banjarbaru. 

Ia menegaskan bahwa apabila laporan berkaitan dengan oknum guru atau pihak sekolah, pelapor wajib memperoleh jaminan keamanan. 

Begitu pula jika aduan menyangkut persoalan antarsiswa, proses penanganannya harus dilakukan secara arif dan hati-hati agar tidak memicu konflik baru di lingkungan sekolah.

Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok Merangkak Naik, di Pasar Bauntung Banjarbaru Cabai Tiung Melonjak Dratis

“Sekolah harus mampu memastikan bahwa identitas siswa yang melaporkan perilaku tidak menyenangkan maupun persoalan lainnya tetap terlindungi, sehingga tidak menimbulkan masalah lanjutan,” ujar alumni SMAN 2 Banjarbaru tersebut.

Menurutnya, perlu ada jaminan nyata bahwa siswa yang melaporkan perilaku tidak nyaman atau persoalan lainnya benar-benar mendapatkan perlindungan identitas, sehingga laporan tersebut tidak berkembang menjadi persoalan baru. 

Misalnya, jika yang dilaporkan adalah guru terkait dugaan perlakuan tidak menyenangkan, maka pelapor harus dipastikan aman. Begitu pula jika laporan melibatkan antarteman, penanganannya tidak boleh menimbulkan gesekan sosial di antara siswa.

Emi menambahkan bahwa hal ini menjadi bahan evaluasi dan pembenahan ke depan bagi SMAN 2 Banjarbaru. Sebagai salah satu SMA rujukan, sekolah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, serta mendukung siswa, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. 

“Oleh karena itu, perlindungan identitas dan penanganan aduan yang bijak menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Rizki Fadillah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.