TRIBUNNEWSDEPOK, MARUYUNG - Dengan tema 'Green Clean Colorful', Sekolah Alam Indonesia Meruyung, Depok, Jawa Barat, menggelar selebrasi pada Sabtu (14/2/2026).
Siswa-siswi sekolah ini menampilkan hasil proyek mereka yang kreatif, seperti membuat pin dari tutup botol, pot bunga dari botol bekas, dan bantal dari sampah plastik.
Baca juga: Menkeu Purbaya Hadiri Wisuda Putra Pertama di UI, Ceritakan Pengorbanan demi Pendidikan Anak
Suasana sekolah alam Indonesia Meruyung yang terletak di Meruyung, Depok, Jawa Barat, pada Sabtu itu, begitu meriahnya.
Para siswa siswi sangat antusias menampilkan karya mereka yang terbuat dari barang bekas, seperti gasing dari botol bekas, pin dari tutup botol, pot bunga dari botol bekas yang diwarnai, bantal dari kantong plastik bekas, dan berbagai kerajinan tangan lainnya.
Siswa dan siswi sekolah alam ini, diantaranya; Oci, Khalid dan Alia sangat semangat karena bisa berpartisipasi dalam selebrasi.
Baca juga: RSUI Masuk 50 Besar Rumah Sakit Pendidikan Terbaik Dunia versi Brand Finance, Ini Indikatornya
Mereka membuat sampah daur ulang bisa menjadi kotak pensil, pot bunga, tutup botol dibuat pin.
"Seru banget! Senang bisa adain selebrasi,' Sebenarnya capek suruh kumpulin botol, tapi seneng banget," jelasnya.
Selebrasi yang menampilkan karya siswa kelas 3, 4, dan 5 ini, menurut Kepala Sekolah Alam Indonesia Meruyung, RM Khuzaifah Jundurrahman, adalah puncak dari proses belajar mereka.
"Kami memiliki tema yang menjadi penyemangat kita bersama, yaitu Green Clean Colorful. Selebrasi ini merupakan perayaan proyek anak-anak setelah proses belajar selama 2-4 pekan. Hari ini, mereka memeriahkan proyek dengan menampilkan hasil karya mereka, dan dihadiri oleh guru serta orang tua yang memberikan apresiasi," katanya.
Ia menambahkan bahwa pada dasarnya setiap kelas, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, memiliki selebrasi.
"Kebetulan selebrasi ini untuk SD, dan bertujuan untuk menginspirasi anak-anak berkreativitas," tuturnya.
Baca juga: Kunker ke Papua, Wapres Gibran dan Wamendagri Ribka Tinjau Pendidikan hingga Perikanan di Papua
Principal Sekolah Alam Indonesia Meruyung Aditya Widi Nugraha, yang biasa disapa Ka Nunu, mengatakan, selebrasi ini tidak hanya merayakan proyek anak-anak, tapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk mempresentasikan hasil kerja mereka.
"Selebrasi ini bukan hanya perayaan, tapi juga proses anak-anak mempresentasikan apa yang mereka kerjakan, berdiskusi, dan mencari solusi bersama. Tujuan akhirnya mungkin berbeda-beda, tapi guru membantu mereka menemukan titik temu dan memecahkan masalah,' ujarnya."
Terang Principal Ka Nunu lagi,
di Sekolah Alam, anak-anak diajarkan prinsip "real life experience,", yaitu belajar melalui pengalaman hidup nyata.
Mereka melakukan aktivitas seperti mencari uang, presentasi, dan menabung. Dengan begitu, anak-anak belajar banyak dan siap menghadapi dunia nyata.
"Semakin banyak anak beraktivitas, semakin banyak anak belajar. Bisa saja orangtua memback-up, tapi, kan, anak jadi nggak banyak belajar. Jadi real life experience itu adalah keseharian di sekolah ini," paparnya.
Baca juga: Rektor UI dan Dubes Palestina Tandatangani Kerja Sama Pendidikan, Siap Gelontorkan Beasiswa
Mengenai pendidikan, urai Ka Nunu, sekolah alam ini memiliki konsep berbasis komunitas, di mana orang tua diajak berperan aktif dalam proses pendidikan.
Sekolah dan orang tua bermitra, bersemangat, dan bergotong royong mencari solusi bersama untuk memberikan program terbaik bagi anak.
"Kegiatan ini disupport oleh orang tua dan guru, dengan guru tetap menjadi lead dalam pendampingan anak-anak," tuturnya.