TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kenaikan harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) mulai terasa di pasar-pasar tradisional di Mamuju, Sulawesi Barat, jelang masuknya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Pantauan di Pasar Baru Mamuju pada Minggu (15/2/2026), kenaikan harga yang paling mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit dan telur ayam ras.
Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang tidak dibarengi dengan stabilitas pasokan.
Baca juga: Pengurus DPD PPNI Mamuju Dilantik di Bukit Safa Fokus Bangun Peradaban Profesi Keperawatan
Baca juga: UPTD Air Bersih Mateng Minta Warga Bijak Pakai Air dan Tak Boleh Pakai Mesin Pompa
"Sudah mulai ada kenaikan bertahap. Biasanya naik sekitar Rp 5 ribu dari harga normal karena stok di pengepul mulai terbatas, sementara warga mulai banyak belanja untuk persiapan sahur pertama," ujar Jamaluddin, seorang pedagang di Pasar Baru Mamuju.
Komoditas cabai rawit merah menjadi primadona kenaikan pekan ini.
Jika pada Senin (9/2/2026) harga cabai rawit masih berada di angka Rp 45 ribu per kilogram, kini harganya telah menyentuh Rp 50 ribu per kilogram.
Artinya, terjadi kenaikan sebesar Rp 5 ribu hanya dalam kurun waktu enam hari.
Kondisi serupa terjadi pada telur ayam ras.
Pekan lalu, harga telur masih dibanderol di kisaran Rp 32.300 per kilogram (setara Rp 52.000 - Rp 53.000 per rak).
Namun, memasuki H-3 Ramadan, harga telur melonjak menjadi Rp 56 ribu per rak.
Daftar Harga Komoditas di Mamuju (Per 15 Februari 2026):
Berikut adalah rincian harga sejumlah bahan pokok di pasar Mamuju menjelang Ramadan:
- Cabai Rawit Merah: Rp 50 ribu/kg (Naik dari Rp 45.000)
- Cabai Merah Besar: Rp 20 ribu/kg (Stabil)
- Cabai Keriting: Rp 25 ribu/kg (Stabil)
- Bawang Merah: Rp 40 ribu/kg (Stabil)
- Bawang Putih: Rp 40 ribu/kg (Stabil)
- Tomat: Rp 10 ribu/kg
- Telur Ayam Ras: Rp 56.000/rak (Naik dari Rp 52.000). (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi