Lomba Nau Noan di Unipa: SMAK Frateran Maumere Sabet Juara 2 dan 3
Nofri Fuka February 15, 2026 08:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – SMAK Frateran Maumere kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara II dan juara III dalam Lomba “Nau Noan” (mendongeng dalam bahasa Sikka Krowe) yang digelar Pusat Bahasa Universitas Nusa Nipa (UNIPA).

Dua siswa yang berhasil meraih juara yakni Dyonisia Grace Kezia sebagai juara II dan Petrachris Maxima Siga sebagai juara III. Keduanya tampil memukau dengan kemampuan bertutur yang ekspresif dan penguasaan bahasa Sikka Krowe yang baik.

Lomba “Nau Noan” merupakan ajang pelestarian bahasa daerah yang kembali menegaskan komitmen dunia pendidikan dalam menjaga eksistensi bahasa Sikka di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi.

 

Baca juga: Melisa, Alumni SMAK Frateran Maumere Jadi Finalis Puteri Indonesia 2026, Kepsek SMATER: Kami Bangga

 

 

Kepala Pusat Bahasa UNIPA, Maria Kartini, S.Pd., M.Hum mengatakan, lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap bahasa ibu mereka.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangkitkan kesadaran generasi muda agar tetap mencintai dan menggunakan bahasa Sikka dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bahasa daerah sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat kini menghadapi tantangan serius. Penggunaan bahasa ibu, termasuk bahasa Sikka, semakin terpinggirkan di kalangan generasi muda akibat pengaruh teknologi dan budaya populer.

Karena itu, lomba seni bertutur “Nau Noan” dihadirkan sebagai ruang kreatif bagi pelajar untuk mengekspresikan diri menggunakan bahasa daerah. Para peserta membawakan cerita rakyat Sikka Krowe dengan gaya bertutur yang menarik, penuh penghayatan, dan sarat nilai budaya.

Selain melahirkan pendongeng muda berbakat, kegiatan ini juga menghasilkan buku kumpulan dongeng bahasa Sikka yang telah ber-ISBN. Buku tersebut menjadi dokumentasi penting bagi generasi sekarang dan mendatang, sekaligus bukti nyata komitmen UNIPA dalam menjaga bahasa dan budaya lokal.

Penampilan Kelompok Musik Kampung turut menambah semarak acara. Alunan musik tradisional yang dibawakan menjadi penguat pesan bahwa bahasa dan seni merupakan dua unsur budaya yang saling melengkapi dan harus terus dirawat bersama.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.