TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Kota Jambi kembali menggulirkan denyut ekonomi Ramadan melalui Pasar Beduk Bahagia 2026.
Tahun ini, pusat kegiatan dipastikan berada di Terminal Rawasari (Rumah Milenial/eks Terminal) dan Taman Banjuran Budayo (Taman Remaja).
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi menyiapkan total 190 tenant bagi pelaku UMKM yang ingin meramaikan pasar musiman tersebut.
Rinciannya, 140 tenant ditempatkan di kawasan Rawasari dan 50 tenant di Banjuran Budayo.
Kepala Disperindag Kota Jambi, Nella Ervina, mengatakan hingga saat ini sebanyak 80 pelaku UMKM telah mendaftar untuk dua lokasi tersebut dan masih dalam tahap verifikasi administrasi.
“Pendaftaran masih terus dibuka dan diverifikasi. Kami berharap semakin banyak UMKM lokal yang ikut berpartisipasi meramaikan Pasar Beduk tahun ini,” ujar Nella Minggu (15/2/2026).
Pasar Beduk Bahagia 2026 dijadwalkan resmi dibuka pada 18 Februari 2026 dan akan berlangsung selama bulan Ramadan.
Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini Disperindag menerapkan konsep lebih tertata dan estetik. Seluruh tenant tidak diperkenankan membawa meja sendiri.
Penyelenggara menyiapkan tenda kerucut seragam berwarna putih lengkap dengan meja berjualan. Langkah ini dilakukan agar kawasan pasar terlihat rapi, bersih dan memiliki identitas visual yang kuat.
“Semua tenda putih dan seragam. Tidak boleh membawa meja tambahan agar tertata dan lebih estetik,” tegasnya.
Selain fasilitas tenda dan meja, peserta juga mendapatkan layanan kebersihan, pengelolaan parkir, pengamanan siang dan malam, serta retribusi pasar yang sudah termasuk dalam paket sewa.
Untuk biaya sewa, ditetapkan sebesar Rp1.475.000 per kavling per bulan. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi Disperindag. Setelah dinyatakan lolos verifikasi, peserta diwajibkan melakukan pembayaran langsung di Kantor Disperindag Kota Jambi.
Tak hanya menghadirkan tenant makanan dan minuman, Pasar Beduk Bahagia 2026 juga akan diramaikan dengan pertunjukan hiburan serta perlombaan yang digelar setiap akhir pekan, Jumat, Sabtu dan Minggu.
Konsep ini dirancang agar aktivitas hiburan tidak mengganggu waktu sekolah anak-anak, sekaligus menjadi magnet kunjungan keluarga di akhir pekan.
Pemkot Jambi berharap kehadiran Pasar Beduk Bahagia mampu kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Di sisi lain, masyarakat juga diberikan jaminan kenyamanan, mulai dari kebersihan kawasan hingga kepastian kehalalan produk yang dijual.
Ramadan bukan sekadar momentum ibadah, tetapi juga ruang kebangkitan ekonomi rakyat. Dari Rawasari hingga Banjuran Budayo, denyut itu kembali dipantik. (Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Andri Budi: Di Sana Bukan Jual Ginjal Saja, Nyawa Tak Ada Harganya
Baca juga: Wali Kota Jambi: Jam Masuk ASN Kota Jambi Peluang Geser Masuk Pukul 08.00 WIB