Board of Peace Jadi Ujian Diplomasi Indonesia di Tengah Dominasi Negara Besar
Wahyu Aji February 15, 2026 09:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keputusan Indonesia bergabung ke dalam anggota awal Board of Peace (BoP) dinilai membuka peluang strategis bagi diplomasi global.

Namun, hal tersebut sekaligus menghadirkan risiko geopolitik yang tidak ringan.

Direktur Eksekutif Global Insight Forum (GIF), Teuku Rezasyah, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di BoP membawa mandat diplomasi penting, khususnya dalam isu Palestina. 

Namun ia mengingatkan adanya dominasi Amerika Serikat dan Israel dalam struktur awal aliansi tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam webinar nasional bertajuk ‘Di Balik Narasi Perdamaian: Apa Makna Board of Peace bagi Posisi Geopolitik Indonesia?’ yang diikuti ratusan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, peneliti, serta pemerhati hubungan internasional.

“Indonesia memiliki peluang memperjuangkan diplomasi kritis dari dalam. Tetapi kita juga harus realistis melihat konfigurasi kekuasaan yang ada. Jika kepentingan nasional diabaikan, Indonesia memiliki legitimasi untuk mengambil sikap tegas,” ujar Teuku Rezasyah, Minggu (15/2/2026).

Peneliti Senior GIF, Chandra Purnama pun menilai struktur BoP menimbulkan pertanyaan mendasar tentang masa depan multilateralisme global. 

Keanggotaan yang selektif dan indikasi konsentrasi pengaruh pada aktor tertentu dinilai berpotensi menggeser prinsip hukum internasional ke arah dominasi kekuasaan.

“Jika tata kelola global semakin berbasis hegemoni, maka norma dan multilateralisme akan tergerus. Indonesia sebagai middle power harus memperkuat otonomi strategis dan memimpin konsolidasi Global South,” terangnya.

Sementara itu, Faisal Nurdin Idris menyoroti keputusan Indonesia dari perspektif realisme dan kepentingan nasional. 

Menurutnya, partisipasi Indonesia dalam BoP merupakan langkah pragmatis untuk mengamankan posisi strategis di tengah dinamika global.

“Negara bertindak berdasarkan self-interest dan keseimbangan kekuasaan. Namun Indonesia tidak boleh sekadar mengikuti arus kekuatan besar, melainkan memanfaatkan perannya sebagai middle power secara strategis,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kontribusi Indonesia, termasuk rencana pengiriman pasukan perdamaian, dapat meningkatkan profil internasional Indonesia, tetapi harus dibarengi pengawasan ketat dan kalkulasi risiko yang matang.

Dari sisi persepsi global, Peneliti Kebijakan dan Hubungan Internasional, Innayathul Fitrie memaparkan bahwa media internasional menunjukkan respons yang terbelah. 

Sejumlah media memandang langkah Indonesia sebagai perjudian diplomatik yang berisiko terhadap reputasi nasional, sementara media lain menilai langkah ini sebagai peluang strategis untuk memperluas pengaruh global.

“Publik internasional akan menagih konsistensi Indonesia dalam merealisasikan komitmennya, terutama terkait dukungan nyata terhadap Palestina,” kata dia.

Mereka pun sepakat bahwa keanggotaan Indonesia di BoP merupakan peluang untuk memperkuat kredibilitas global dan memimpin diplomasi perdamaian. 

Namun, tanpa strategi yang jelas dan konsensus nasional yang kuat, langkah tersebut berpotensi menghadirkan tekanan geopolitik baru.

GIF merekomendasikan agar Indonesia memperkuat kepemimpinan dalam koalisi Global South, menjaga prinsip hukum internasional dan multilateralisme, serta melakukan monitoring berkelanjutan terhadap implementasi peran Indonesia di BoP guna memastikan kepentingan nasional tetap terjaga.

Sebagai informasi, Global Insight Forum (GIF) merupakan lembaga think tank independen yang memusatkan perhatian pada kajian geopolitik global, hubungan internasional, isu keamanan, serta kepentingan strategis nasional Indonesia. 

Baca juga: Guru Besar UI: Pengiriman Pasukan TNI ke Palestina Harus Perhatikan Mandat PBB, Bukan Board of Peace

GIF menggabungkan pendekatan akademis, analisis kebijakan, dan riset empiris untuk memahami dinamika global yang berimplikasi langsung terhadap posisi dan kepentingan Indonesia.

Sebagai pusat kajian strategis, GIF berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran dan rekomendasi berbasis riset guna memperkaya ruang diskursus publik serta menjadi referensi bagi pengambil kebijakan, kalangan akademisi, dan komunitas strategis nasional. 

Melalui penyelenggaraan forum diskusi, webinar, dan publikasi analitis, GIF mendorong dialog yang kritis, objektif, dan non-partisan, dengan tetap menempatkan kepentingan nasional Indonesia serta solidaritas Global South sebagai landasan utama.

Global Insight Forum (GIF) merupakan lembaga think tank independen yang memusatkan perhatian pada kajian geopolitik global, hubungan internasional, isu keamanan, serta kepentingan strategis nasional Indonesia. 

GIF menggabungkan pendekatan akademis, analisis kebijakan, dan riset empiris untuk memahami dinamika global yang berimplikasi langsung terhadap posisi dan kepentingan Indonesia.

Sebagai pusat kajian strategis, GIF berkontribusi dalam menghasilkan pemikiran dan rekomendasi berbasis riset guna memperkaya ruang diskursus publik serta menjadi referensi bagi pengambil kebijakan, kalangan akademisi, dan komunitas strategis nasional.

Melalui penyelenggaraan forum diskusi, webinar, dan publikasi analitis, GIF mendorong dialog yang kritis, objektif, dan non-partisan, dengan tetap menempatkan kepentingan nasional Indonesia serta solidaritas Global South sebagai landasan utama.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.