Bupati M Syukur Buka Tradisi Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Batigo
asto s February 15, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Bupati Merangin M. Syukur secara resmi membuka tradisi adat Mantai Megang Adat Mantai Kerbau Basamo Datuk Ba Empek Menti Nan Batigo di Desa Bukit Perentak, Kecamatan Pangkalan Jambu, Minggu (15/2/2026).

Tradisi adat ini digelar dengan nuansa kekeluargaan yang kental sebagai simbol kesiapan masyarakat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh, Sekda Merangin Zulhifni, unsur Forkopimda setempat, para kepala OPD, Direktur Utama PDAM, camat dan kepala desa se-Kecamatan Pangkalan Jambu, tokoh adat, pemuka agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam tradisi ini, sebanyak 75 ekor kerbau yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Pangkalan Jambu disembelih secara serentak. Dagingnya dibagikan dan dinikmati bersama, sekaligus menjadi bekal lauk pauk untuk sahur pertama Ramadan.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menegaskan bahwa tradisi Mantai Kerbau bukan sekadar pesta rakyat, melainkan warisan leluhur yang sarat nilai filosofis tentang persatuan dan kebersamaan.

“Adat Mantai ini adalah pusaka leluhur. Melalui tradisi inilah kita diajarkan hidup rukun dan sepakat, sebagaimana pepatah Bulat air di pembuluh, bulat kata di mufakat. Ini lambang kekompakan masyarakat Merangin,” ujar M. Syukur.

Ia juga mengingatkan makna filosofi Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Bupati berharap seluruh tradisi adat di Kabupaten Merangin tetap dijaga dan dilestarikan agar tidak lapuk oleh waktu, serta menjadi pondasi dalam membangun daerah dan menjaga marwah Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Selain itu, M. Syukur mengapresiasi pemerintah desa dan para tokoh adat atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan lancar dan tertib.

Pada kesempatan itu, Bupati Merangin juga menyerahkan satu ekor kerbau kepada masyarakat Desa Bukit Perentak.

“Ini bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT. Semoga semangat kebersamaan ini tidak hanya terjaga saat Mantai Kerbau, tetapi juga selama menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah,” tutupnya. (Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

Baca juga: Resep Nasi Goreng Sederhana, Gunakan Nasi Dingin Agar Hasilnya Tidak Lembek

Baca juga: Jadwal Kapal Roro Kuala Tungkal Jambi-Dabo 16-17 Februari 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.