Breaking News: Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam di Irigasi Bendung Air Seluma Bengkulu
Ricky Jenihansen February 15, 2026 09:54 PM

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Seorang bocah berusia delapan tahun, Haikal, warga Desa Padang Genting, Kecamatan Seluma Selatan, meninggal dunia setelah tenggelam di aliran irigasi Bendung Air Seluma, Kelurahan Lubuk Kebur, Kecamatan Seluma, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Tais untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan setelah diduga terseret arus saat mandi bersama teman-temannya di saluran irigasi tersebut.

Informasi yang dihimpun Tribunbengkulu.com, korban awalnya mandi bersama teman-temannya di aliran irigasi Bendung Air Seluma.

Aliran irigasi di Bendung Air Seluma tersebut belakangan viral di media sosial.

Diduga, korban terseret arus hingga akhirnya tenggelam.

Kronologi Kejadian

Korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri oleh warga yang berada di sekitar lokasi.

Selanjutnya, Haikal langsung dilarikan ke RSUD Tais untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Meski sempat mendapat perawatan dari tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian diantarkan ke rumah duka di Desa Padang Genting untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Kesaksian Warga

Salah seorang saksi mata, Edo, warga Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur, menuturkan bahwa sebelum korban ditemukan, sempat terdengar teriakan seorang perempuan yang menyebut ada orang berada di bawah air.

“Awalnya ada perempuan tadi teriak, katanya ada orang di bawah air. Kemudian masyarakat yang mendengar langsung melakukan pengecekan. Ternyata benar, ada anak yang tenggelam,” jelas Edo.

Warga kemudian berupaya melakukan pencarian dan mengevakuasi korban dari dalam air.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Menurut Edo, warga menduga korban sudah cukup lama berada di dalam air sebelum akhirnya diketahui tenggelam.

“Kalau perkiraan kami sudah lama anak itu tenggelam, namun lambat diketahui,” ujar Edo.

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.