STIK Pante Kulu Wisuda 40 Lulusan, Orasi Ilmiah Terkait Masa Depan Hutan Aceh
Eddy Fitriadi February 16, 2026 01:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan (STIK)  Pante Kulu Darussalam mewisuda 40 orang lulusan, Sabtu (14/2/2026) di Hotel Muraya Banda Aceh. Proses wisuda para sarjana baru itu dipimpin langsung Ketua STIK Pante Kulu, Dr Aswita, S.Hut, MP.

Hadir dalam wisuda tersebut, perwakilan LLDikti Wilayah 13, Syafi’I, SE, M.Si, Ak, Kepala BTNGL Aceh dan Ketua Presidium Rastik, Subhan, S.Hut, M.Si, perwakilan WCS, YEL, Hutan Wakaf dan Kepala KPH I. Selain itu, juga hadir Ketua Umum dan Pengurus Yayasan Pante Kulu, Ir Ahmadiar ST MT dan Drh Dhani Waldi.

Ketua STIK Pante Kulu, Dr Aswita mengatakan STIK Pante Kulu telah menghasilkan Sarjana Kehutanan sebanyak 1.157 orang dan 90 persen diantara sudah bekerja baik di lembaga pemerintah maupun swasta, sesuai dengan bidang keahliannya. Pada saat ini STIK terus berbenah dan memperbaiki diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan sebagaimana yang dituntut pemerintah.

Dalam orasi ilmiahnya, Aswita menyampaikan “Identitas ekoregion dan masa depan hutan Aceh: dari krisis hidrometeorologi menuju pembangunan Aceh berkelanjutan”. 

Katanya, saat ini tantangan yang dihadapi secara global adalah perubahan iklim, krisis ekosistem, hilangnya keaneragaman hayati, krisis hidrometeorologi dan meningkatnya bencana ekologi yang terjadi beberapa waktu lalu di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Baca juga: Lewati Hutan dan Jalan Tikus, Aparat Gabungan Sikat Tambang Emas Ilegal di Geumpang

Karena itu menurut Aswita, ilmu kehutanan tidak lagi dipandang sebagai  sektor tersendiri, tetapi merupakan satu kesatuan ilmu dan ekosistem untuk keberlanjutan kehidupan ummat manusia dalam penyediaan papan, pangan, air, energi, biodiversity dan udara bersih dan sehat.

Krisis ekologi berupa banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh baru-baru ini  merupakan pertanda terganggunya sistem ekologi berupa lanskap penggunaan lahan di daaerah hulu dan DAS (Daerah Aliran Sungai) yang tidak memperhatikan identitas ekologi wilayahnya.  

Dampaknya menimbulkan kerugian dan korban jiwa, harta benda yang sangat besar serta butuh biaya ratusan trilyun rupiah untuk memulihkan kembali ekosistem dan kehidupan normal masyarakat terdampak. 

Ketua STIK Pante pada wisuda sarjana kali ini juga  menyampaikan apresiasi kepada lulusan terbaik STIK, yaitu Rosmita dengan IPK 3,77 dan Nada Sofia dengan IPK 3,84 dengan predikat terpuji (cumlaude).(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.