Profil dr. Piprim Basarah Yanuarso: Ketua IDAI yang Mengaku Dipecat Menkes Budi Gunadi Sadikin
Dedy Qurniawan February 16, 2026 01:03 AM

BANGKAPOS.COM - Kabar mengejutkan datang dari dunia kedokteran tanah air.

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), mengaku telah dipecat oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Pengakuan ini disampaikan langsung oleh dr. Piprim melalui unggahan video di akun Instagram resminya, Minggu (15/2/2026).

"Akhirnya saya dipecat oleh pak Menteri Kesehatan pak Budi Gunadi Sadikin. Kepada seluruh pasien-pasien saya khususnya di RSCM murid-murid saya, mahasiswa saya, residen calon dokter anak dan fellow calon konsultan dokter anak saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak bisa lagi mendampingi dalam menempuh pendidikan kalian," ungkap dr. Piprim dalam videonya.

Pemecatan ini diduga merupakan puncak dari perseteruan panjang antara dr. Piprim dengan regulasi Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, dr. Piprim vokal mengkritik buruknya komunikasi Menkes dengan para dokter serta menolak independensi kolegium kedokteran berada di bawah kendali pemerintah.

Hingga saat ini, pihak Kementerian Kesehatan maupun RS Fatmawati Jakarta belum memberikan keterangan resmi.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media belum mendapatkan jawaban dari pihak terkait.

Jejak Perseteruan dan Alasan Pemecatan

Berdasarkan dokumen yang beredar tertanggal 2 Februari 2026, alasan formal pemecatan dr. Piprim disebut karena pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yakni tidak hadir bekerja selama 28 hari berturut-turut.

Namun, dr. Piprim memberikan perspektif lain terkait tekanan yang ia alami.

Di antaranya terkait Independensi Kolegium.

Ia bersikukuh menjaga amanah Kongres Nasional di Semarang agar Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia tetap independen.

Kritik Keras terhadap Menkes: dr. Piprim sempat menyebut komunikasi Menkes sangat buruk dan menciptakan suasana kerja yang mencekam bagi dokter di RS pemerintah.

“Karena ancamannya adalah kamu nanti dicabut STR-nya, kamu nanti dibekukan SIP-nya. Buat dokter yang sudah kuliah belasan tahun, ancaman cabut STR ini adalah sesuatu yang sangat menghantui,” kata Piprim pada Mei 2025 lalu.
 
Profil dan Rekam Jejak dr. Piprim Basarah Yanuarso

dr. Piprim bukan orang baru di dunia kesehatan anak. Ia adalah pakar kardiologi anak dengan pengalaman lebih dari 25 tahun.

Data Pribadi & Pendidikan:

  • Lahir: Malang, Jawa Timur, 15 Januari 1967.
  • S1 Kedokteran: Universitas Padjadjaran (Lulus 1991).
  • Spesialis Anak: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Lulus 2002).
  • Konsultan Anak: FKUI (Lulus 2004).
  • Fellowship Kardiologi Anak: Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, Malaysia (Lulus 2007).

Karier dan Pengalaman:

  • Pelayanan Masyarakat: Dokter PTT di Puskesmas Rawa Pitu, Lampung Utara (1992–1995) dan bertugas di Ambon (2003).
  • Klinisi: Konsultan Kardiologi Anak di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) sejak 2005.
  • Akademisi: Dosen di FKUI, mengajar calon dokter spesialis dan konsultan kardiologi anak.
  • Organisasi: Saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). (bangkapos.com/ Tribunnews/ Tribun Medan)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.