TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Tak terasa Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah sudah semakin dekat.
Seluruh umat muslim di dunia dan khusunya Indonesia akan berbahagia dengan kehadiran bulan penuh ampunan ini.
Besok Selasa (17/2/2026), pemantaun hilal digelar oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Baca juga: 15 Siswa SDN 010 Paku Diduga Korban Keracunan MBG di Polman Sudah Pulih & Kembali ke Rumah
Baca juga: 96 Titik Rukyatulhilal Digelar Kemenag, 3 Titik di Sulbar, Sidang Isbat Tentukan Puasa Ramadan 2026
Meski pemantauan akan dilakukan di tiga titik strategis di Sulbar, data astronomis menunjukkan posisi hilal masih berada di bawah ufuk.
Kondisi ini membuat hilal dipastikan sulit, bahkan mustahil, untuk teramati.
Berdasarkan perhitungan tersebut, peluang awal Ramadan 1447 H berpotensi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Hilal Masih Minus Satu Derajat
Penelaah Hisab Rukyat Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulbar, Hakim Sy Nira, menjelaskan posisi hilal secara teknis belum memenuhi kriteria imkanur rukyat atau kemungkinan terlihatnya hilal.
Ia merinci, pada hari pemantauan, tinggi hilal tercatat berada di angka minus satu derajat, sementara elongasi hanya sekitar satu derajat.
Adapun waktu konjungsi diperkirakan terjadi pada Selasa (17/2/2026) pukul 20.01 WITA.
“Dengan posisi tinggi hilal yang masih minus dan elongasi yang sangat kecil, secara astronomis hilal mustahil terlihat pada Selasa sore,” ujar Hakim kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (15/2/2026).
Peluang Puasa Mulai 19 Februari
Hakim menjelaskan, apabila hilal tidak berhasil teramati, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari atau melalui mekanisme istikmal.
Dengan demikian, Rabu (18/2/2026) masih berstatus 30 Syakban, sehingga 1 Ramadan 1447 H berpeluang jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan resmi awal Ramadan tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar pemerintah pusat.
“Hasil pemantauan dari tiga titik di Sulbar ini akan kami laporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat,” jelasnya.
Tiga Lokasi Rukyatulhilal di Sulbar
Untuk pemantauan hilal, Kanwil Kemenag Sulbar telah menetapkan tiga lokasi di tiga kabupaten, yakni:
Kabupaten Majene: Bukit Tinggi Pantai Soreang, Kecamatan Banggae (Tim Kanwil Kemenag Sulbar).
Kabupaten Mamuju: Tanjung Mercusuar Sumare (Tim Kemenag Mamuju).
Kabupaten Pasangkayu: Tanjung Mercusuar Pasangkayu (Tim Kemenag Pasangkayu). (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi