Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Budidaya Maggot di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah diperluas.
Maggot dari lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia illucens.
Kini budidaya Maggot juga dikembangkan di Desa Tirtajaya, Kecamatan Toili Jaya, Banggai.
Melalui Kelompok Maggot Jaya, aktivitas telah dimulai Agustus 2025.
Baca juga: Fazzio Goes to School, Yamaha Akai Jaya Bawa Keseruan di SMAN 1 Banawa Donggala
Kepala Desa Tirtajaya, Agus Farhan, menerangkan, budidaya Maggot berdiri di atas lahan seluas 50 meter persegi.
Maggot membutuhkan sampah sisa makanan, sayur, maupun buah.
"Biasa ambil di depan," kata Agus kepada TribunPalu.com, Minggu (15/2/2026).
Di atas lahan ini, diterapkan intagrated farming atau pertanian terintegrasi.
Maggot menjadi bahan makanan ikan nila maupun pupuk untuk tanaman cabai.
Sebelumnya, Integrated Farming Maggofarm dilaksanakan di Desa Sentral Timur, Kecamatan Toili.
"Dulu hanya cerita-cerita tentang harga pakan mahal," kata Syamsul, salah seorang pendiri Integrated Farming Maggofarm.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini Senin 16 Februari 2026, Emas Antam Turun di Awal Pekan, Cek Harga Terbaru
Kelompok beranggotakan 12 orang ini sepakat untuk mengembangkan Maggot tahun 2022.
Manfaatnya, untuk pakan ternak lele dan unggas hingga pupuk hortikultura.
"Kalau untuk tanaman namanya Kasgot (Bekas Maggot)," katanya.
Pantauan TribunPalu.com, di lahan sekitar satu hektare, terdapat ikan lele, nila, koi, burung Puyu, terong, cabai, dan jagung.
Pupuk dan pakan dari Maggot ditambah dengan konsentrat.
Syamsul mengatakan, Maggot dijual Rp10 ribu.
"Kami juga biasa dapat permintaan untuk benih ikan," katanya.
Baca juga: Roy Suryo Minta Kasus Ijazah Palsu Jokowi Dihentikan, Ini Jawaban Polda Metro Jaya
Untuk mengolah Maggot, kelompok ini mendapat pasokan sampah rumah tangga berupa sisa makanan, sayur, dan buah dari warga sekitar.
"Kami juga minta dari sisa-sisa makanan di program Makan Bergizi Gratis," tuturnya.
Kelompok Maggot Jaya dan Integrated Farming Maggofarm di bawah binaan Pertamina EP Donggi Matindok Field, perusahaan hulu Migas di Banggai. (*)