TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pelatih Semen Padang FC, Dejan Antonic, angkat bicara soal perubahan skema permainan saat timnya kalah 0-3 dari Arema FC pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
Menanggapi pertanyaan apakah pergantian skema dan pemain terlambat sehingga mempengaruhi hasil pertandingan, Dejan menegaskan keputusan dilakukan berdasarkan kondisi pemain di lapangan, bukan semata-mata nama besar.
“Pergantian pemain ada waktunya, karena kita harus lihat kondisi pemain, bukan nama pemain. Ada beberapa pemain mungkin tidak bisa main 90 menit, jadi kita harus lihat kapan waktu yang tepat dia masuk,” ujar Dejan Antonic usai pertandingan.
Ia mengungkapkan Semen Padang FC sempat mengubah formasi demi mengejar ketertinggalan.
Baca juga: Momentum Hilang di Kanjuruhan, Dejan Antonic Akui Semen Padang FC Dihukum Kesalahan Sendiri
“Kita coba berubah dari 4-3-3 ke 4-4-2. Kita coba dengan dua striker supaya bisa lebih tajam di depan,” jelasnya.
Namun, menurut Dejan, perubahan taktik tersebut belum cukup efektif karena Arema tampil jauh lebih agresif, terutama dalam menjaga lini pertahanan.
“Problem yang kita punya karena Arema jauh lebih agresif dari kita. Di belakang mereka semua lakukan kontak, jatuh, terbang untuk amankan pertahanan,” katanya.
Dejan juga menyoroti statistik kehilangan bola di area krusial.
Baca juga: Dejan Antonic Soroti Dua Kesalahan Krusial, Semen Padang FC Tumbang 0-3 dari Arema
Berdasarkan data yang ia lihat, timnya kehilangan delapan bola di zona 20 meter terakhir lawan, jumlah yang dinilai sangat merugikan.
“Saya lihat statistik, di zona 20 meter kita hilang delapan bola. Itu beda jauh dengan Arema. Di area itu tidak boleh banyak salah,” tegasnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Dejan tetap meminta para pemain untuk percaya diri dan tidak kehilangan semangat.
“Sepak bola seperti itu. Kita harus percaya sama anak-anak, kasih semangat untuk semua. Posisi kita memang beda dari Arema, tapi kita bisa perbaiki,” ujarnya.
Kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kabau Sirah untuk segera membenahi efektivitas serangan dan konsistensi permainan jelang laga berikutnya.(*)