SRIPOKU.COM - Tudingan panas kembali mengguncang sepak bola Asia Tenggara setelah media Malaysia menyebut Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, sebagai sosok di balik laporan ke FIFA.
Hal ini berujung sanksi terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia.
Adalah My News Hub, sebuah media asal Malaysia, secara terang-terangan menuding Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebagai dalang utama di balik laporan yang memicu sanksi berat FIFA terhadap FAM.
Tuduhan ini muncul pada Minggu (15/2/2026), menyusul kasus pemalsuan dokumen naturalisasi tujuh pemain Timnas Malaysia yang disebut 'bodong'.
Menurut My News Hub, Erick Thohir diduga memainkan peran besar dengan memanfaatkan Vietnam sebagai perantara.
Sumber anonim yang diklaim berasal dari Amerika Latin menyatakan bahwa Erick Thohir-lah yang mengatur segalanya secara tidak langsung.
Baca juga: STY Dipastikan Tak Terpilih, Erick Thohir Beberkan Kriteria Pelatih Baru Timnas Indonesia
"Presiden Persatuan Bola Sepak Indonesia (PSSI), Erick Thohir adalah watak utama yang memainkan peranan membawa aduan kepada Persekutuan Bola Sepak Antarabangsa (FIFA)," tulis media Malaysia tersebut.
Lebih lanjut, sumber itu menegaskan sikap Erick Thohir disebut sebagai "baling batu sembunyi tangan" dalam isu status kelayakan tujuh pemain naturalisasi Malaysia.
"Dia suruh dan kirim orang buat aduan dan antar dokumen kepada orang dalam FIFA secara langsung."
"Vietnam buat aduan, tetapi dokumen berasal dari orang bayaran Erick," klaim sumber anonim tersebut.
Kasus ini bermula dari sanksi FIFA yang menimpa FAM karena terbukti memalsukan dokumen kewarganegaraan tujuh pemain asal asing yang dinaturalisasi untuk memperkuat Timnas Malaysia, Harimau Malaya.
Para pemain tersebut berasal dari Argentina, Brasil, Spanyol, dan Belanda, dengan klaim memiliki garis keturunan Malaysia yang ternyata palsu.
Mereka antara lain, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
FIFA kemudian menjatuhkan hukuman berat: larangan bermain selama 12 bulan bagi ketujuh pemain, denda ratusan ribu franc Swiss kepada FAM, serta pembatalan hasil beberapa pertandingan kualifikasi Piala Asia 2027.
FAM sempat membantah tuduhan pemalsuan sengaja, menyebutnya sebagai kesalahan teknis, dan mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). CAS bahkan mengabulkan penangguhan sementara sanksi bagi para pemain.
Meski laporan resmi berasal dari Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF), media Malaysia kini menuding Vietnam hanya dijadikan "boneka" oleh Erick Thohir. Tuduhan ini bukan yang pertama kali.
Pada September 2025, Erick Thohir juga sempat dikaitkan dengan sanksi awal FIFA, tapi ia langsung membantah keras.
Tuduhan terbaru ini semakin memanaskan rivalitas sepak bola di ASEAN, terutama menjelang berbagai kompetisi regional seperti Piala AFF 2026.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PSSI, Erick Thohir, FIFA, maupun AFC terkait klaim My News Hub.
Sementara itu, Sekjen AFC yang berasal dari Malaysia, Datuk John Windsor, pernah menyatakan bahwa Vietnam memang pihak yang melaporkan langsung ke FIFA.
Kontroversi ini menambah daftar panjang drama naturalisasi di kawasan Asia Tenggara, di mana persaingan ketat antarnegara kerap memunculkan tudingan dan konspirasi.
Kini publik pun menanti perkembangan kasus naturalisasi Malaysia tersebut, terutama soal bagaimana putusan akhir CAS yang dijadwalkan akhir Februari 2026.