TRIBUNNEWS.COM - Amukan Barcelona setelah dihajar Atletico Madrid di Copa del Rey, Girona jadi mangsa tim asuhan Hansi Flick?
Barcelona akan menutup pekan 24 Liga Spanyol dengan menghadapi Girona di Montilivi Stadium, Selasa (17/2/2026) jam 03.00 WIB.
Tak ada yang lebih menyakitkan daripada kekalahan telak 4-0 atas Atletico Madrid di mana seluruh gol tim asuhan Diego Simeone itu tercipta di babak pertama.
Barcelona kalah telak, tidak hanya dari jumlah gol, tetapi juga dari statistik pertandingan. Terlepas dari kontroversi keputusan wasit.
Atletico Madrid bermain lebih disiplin dan efektif, cerdas, dan dengan determinasi yang tinggi.
Hal itu yang membuat Hansi Flick geram dengan anak asuhnya. Kesalahan demi kesalahan terjadi dari individu pemain Barcelona yang membuat mereka kecolongan gol.
Kekalahan telak itu menjadi pelajaran berharga bagi Hansi Flick dan Barcelona, dan harapannya tidak ada lagi hasil yang sama di kemudian hari.
Hansi Flick melihat adanya masalah dari sikap dan tingkat fokus pemain dalam permainan, tetapi dia masih menyimpan rasa optimis bahwa mental Lamine Yamal dan kolega berada dalam kondisi terbaik untuk bersaing di sisa musim ini.
"Di 45 menit pertama kami tidak memiliki sikap kompetitif yang baik terutama dalam duel," beber Hansi Flick, dikutip dari Barca Blaugranes.
"Mereka (Atletico Madrid) lebih dinamis. Saya ingin melihat ini dari tim saya, hari ini saya menyukai apa yang saya lihat dalam latihan," sambungnya.
Laga tersebut bak laga Liga Champions yang memiliki intensitas dan tingkat persaingan tinggi.
Tidak boleh lagi lengah, Barcelona wajib bangkit saat melawan Girona.
"Kami memiliki banyak kualitas dan kami dapat mengalahkan tim mana pun," tegas mantan pelatih Munchen tersebut.
"Tetapi jika tidak fokus, apa yang terjadi pada 45 menit pertama melawan Atletico Madrid akan terjadi," tambahnya.
Baca juga: Prediksi Skor Girona vs Barcelona: Misi Bangkit Blaugrana demi Rebut Puncak Klasemen Liga Spanyol
Laga itu mengingatkan hasil pilu Barcelona yang terjadi pada November lalu ketika menghadapi tim London Barat, Chelsea.
Di hadapan publik Stamford Bridge, Chelsea menghajar Barcelona dengan skor telak 3-0.
Persamaan dalam dua laga tersebut terlepas dari jumlah gol dan hasil, pemain Barcelona sama-sama menerima kartu merah. Mengingat perlunya kehati-hatian dari skuat Hansi Flick agar tidak gegabah yang berujung merugikan tim.
"Tidak masalah siapa lawan kami dan sistem mereka. Itu tergantung pada kami dan level permainan kami," tegasnya.
Sebuah angka statistik menunjukkan, Barcelona memiliki sedikit ketergantungan dengan Raphinha.
Di era Xavi Hernandez, Raphinha memang kerap menjadi starter dan langganan dalam 11 pemain pertama.
Namun ia memiliki keterbatasan menit bermain. Tidak sedikit Raphinha ditarik keluar Xavi saat laga sudah berjalan 60 menit.
Apakah itu menunjukkan rasa tidak percaya Xavi kepada Raphinha, atau ingin mencoba cara lain dengan pemain berbeda untuk menghasilkan peluang dan gol?
Hal itu membuat Raphinha diisukan hengkang dari Camp Nou, tetapi dengan kehadiran Hansi Flick semuanya berubah.
Raphinha seakan menjadi sosok dalam tim, ia juga kerap menjadi penyelamat Blaugrana.
Barcelona memiliki rasio 91 persen kemenangan jika Raphinha berada di atas lapangan bersama tim.
Sementara 60 persen kemenangan yang didapat Barcelona saat Raphinha absen dalam pertandingan.
Untuk diketahui, lima dari enam kekalahan Barcelona di musim ini terjadi saat Raphinha tidak dapat bermain.
Satu orang memang tidak bisa merubah bentuk permainan sebuah tim, tetapi mereka membutuhkan Raphinha untuk menjaga jalur serangan dan peluang yang mereka hasilkan.
Raphinha memiliki energi untuk menciptakan peluang, dan pressing pemain lawan yang tinggi yang menjadi salah satu ciri utama permainan Barcelona di bawah arahan Hansi Flick.
Upaya tersebut ada pada etos kerja Raphinha.
"Jika lini pertahanan pertama adalah serangan (lini depan), maka pemain Brasil ini telah menjadi perwujudan dari hal itu bagi Barcelona," menurut kolom Barca Blaugranes.
Tapi sayangnya, mantan penyerang Leeds United itu saat ini tidak dalam kondisi terbaik untuk melawan Girona.
Ia baru pulih dari cedera otot paha pada awal Februari lalu dan melewatkan empat pertandingan.
Raphinha baru kembali menjalani sesi latihan bersama tim pada Jumat (13/2) lalu waktu Spanyol, dan dalam beberapa hari diharapkan bisa dalam kondisi terbaik.
Laporan media Spanyol, Mundo Deportivo menyebutkan, ada rasa optimis bagi tim Blaugrana untuk Raphinha bermain melawan Girona.
(Tribunnews.com/Sina)