TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ramadhan 2026 sebentar lagi tiba. Menjelang sahur dan buka puasa, sebagian keluarga akan dibuat sibuk dengan menyiapkan menu andalan, termasuk olahan ayam.
Nah, dalam aktivitas tersebut, apakah Anda termasuk tim yang mencuci daging ayam sebelum dimasak atau tidak?
Persoalan ini memang sudah berulang kali diperdebatkan di media sosial.
Ada yang bilang, mencuci ayam sebelum dimasak itu perlu demi kebersihan.
Di sisi lain, ada yang menganggap bahwa tindakan tersebut justru berbahaya bagi kesehatan.
Lantas, bagaimana sebaiknya menyiapkan daging ayam sebelum dimasak?
Ahli keamanan: sebaiknya daging jangan dicuci dulu
Profesor Mikrobiologi dari Swinburne University of Technology, Enzo Palombo, menyebut para ahli keamanan pangan di berbagai negara sepakat menyarankan agar daging ayam tidak dicuci sebelum dimasak.
Ia menjelaskan, mencuci unggas mentah di bawah air mengalir justru dapat meningkatkan risiko penyebaran bakteri di dapur.
“Otoritas dan regulator keamanan pangan di seluruh dunia merekomendasikan agar Anda tidak mencuci unggas mentah sebelum dimasak,” ujar Enzo, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Minggu (8/1/2023).
Menurut Enzo, percikan air dari keran dapat membawa bakteri berbahaya ke berbagai permukaan dapur.
“Hal itu karena mencuci ayam dapat memercikkan bakteri berbahaya ke seluruh dapur. Sebaiknya ayam dimasak hingga matang tanpa dicuci terlebih dahulu agar aman untuk dikonsumsi,” katanya.
Risiko bakteri pada ayam mentah
Enzo menerangkan, dua bakteri utama penyebab penyakit bawaan makanan yang sering ditemukan pada unggas mentah adalah Campylobacter dan Salmonella.
Kesalahan suhu memasak serta kontaminasi silang menjadi faktor penting meningkatnya kasus keracunan makanan.
Ia menyebutkan, di Australia kasus infeksi Campylobacter dan Salmonella hampir dua kali lipat dalam dua dekade terakhir.
Dari sekitar 220.000 kasus infeksi Campylobacter per tahun, sekitar 50.000 di antaranya berkaitan langsung atau tidak langsung dengan konsumsi daging ayam.
Mitos cuci ayam dengan cuka atau lemon
Sebagian orang mungkin beranggapan mencuci ayam diperlukan untuk menghilangkan kotoran atau bakteri.
Bahkan, ada yang menggunakan air lemon atau cuka karena dianggap mampu membunuh kuman.
Namun, Enzo menegaskan anggapan tersebut keliru.
“Penelitian menunjukkan bahwa mencuci unggas mentah dengan air lemon atau cuka tidak menghilangkan bakteri dan justru dapat meningkatkan risiko kontaminasi silang,” jelasnya.
Menurut dia, teknik pemrosesan modern membuat karkas ayam tidak memerlukan pencucian tambahan sebelum dimasak.
Dalam penelitian pada 2023 yang ia paparkan, penggunaan keran dengan aliran deras dan posisi lebih tinggi justru meningkatkan percikan air yang membawa bakteri.
Tekstur daging ayam yang lunak membuat air mudah memantul dan menyebar ke area sekitar.
Peneliti bahkan menggunakan media agar untuk menangkap percikan air di sekitar ayam dan menumbuhkan bakteri yang terbawa.
Hasilnya menunjukkan tingkat perpindahan bakteri meningkat seiring derasnya aliran air dan tinggi keran.
Jika tetap ingin cuci daging
Meski tidak direkomendasikan, Enzo memahami sebagian orang masih sulit meninggalkan kebiasaan mencuci ayam.
Ia menyarankan, jika tetap ingin mencuci, lakukan dalam wadah berisi air, bukan di bawah keran mengalir.
Selain itu, segera bersihkan permukaan dapur dan cuci tangan setelah memegang daging mentah untuk meminimalkan risiko kontaminasi silang.
Dengan memahami risiko ini, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati saat menyiapkan hidangan, termasuk untuk sahur dan buka puasa Ramadhan 2026.
Dengan ini, makanan diharapkan tetap aman dan keluarga terhindar dari penyakit bawaan pangan.