Pantangan Sambut Tahun Kuda Api 2026, Hal Perlu Dihindari Agar Keberuntungan Terjaga
Regina Goldie February 16, 2026 01:06 PM

TRIBUNPALU.COM - Dalam feng shui, setiap pergantian tahun membawa tema energi khas, memengaruhi cara seseorang mengatur dan merancang ruang hidupnya. 

Menurut feng shui, waktu ini dianggap sebagai saat yang tepat untuk merapikan rumah agar selaras dengan energi kebebasan, dinamisme, dan keberanian yang diwakili oleh kuda.

Dalam astrologi Tionghoa, Kuda Api melambangkan semangat kebebasan, gairah, gerakan, serta keberanian.

Sebagai hewan yang terhubung dengan elemen api, kuda memancarkan energi yang dinamis, mandiri, dan penuh pesona.

Oleh karena itu, dalam tahun kuda, menurut kepercayaan feng shui, ada beberapa pantangan yang sebaiknya dihindari menjelang perayaan Tahun Baru.

Baca juga: Polresta Palu Gelar Operasi Pasar, Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadan 2026, Harga Fluktuatif

Menggunakan pakaian putih atau hitam

Dalam tradisi Tionghoa, warna putih dan hitam sering kali dikaitkan dengan suasana duka atau pemakaman.

Mengenakan pakaian dengan warna ini saat Imlek dianggap sebagai simbol kehilangan dan kesedihan.

Sebagai gantinya, warna cerah seperti merah lebih disarankan karena dianggap membawa keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran.

Mengenakan pakaian serba putih pada Tahun Baru bisa dianggap sebagai pertanda buruk.

Baca juga: Ini Makna di Balik Pertunjukan Barongsai dalam Perayaan Imlek

Mencuci rambut dan pakaian pada hari Imlek

Pantangan ini berkaitan dengan keyakinan terhadap Dewa Air.

Dua hari pertama Imlek diyakini sebagai hari kelahiran Dewa Air, sehingga mencuci pakaian dianggap tidak sopan.

Selain itu, kata "rambut" (fa) memiliki pelafalan yang sama dengan kata "kemakmuran" (fa), sehingga mencuci rambut pada hari pertama Imlek dianggap sebagai simbol mencuci habis rezeki yang seharusnya dijaga sepanjang tahun.

Baca juga: Prediksi Shio Hoki Berlimpah di Tahun Kuda Api 2026, Apa Saja?

Mengucapkan kata-kata buruk atau negatif

Kata-kata negatif seperti "sakit," "mati," atau "kehilangan" sebaiknya dihindari pada awal Imlek. Ucapan-ucapan ini dipercaya bisa membawa energi buruk.

Bahkan jika anak-anak tidak sengaja mengucapkannya, hal tersebut dianggap bisa mendatangkan kesialan.

Mengonsumsi obat atau menyeduh obat herbal

Di beberapa wilayah di China, menyeduh obat herbal atau mengonsumsi obat pada Tahun Baru diyakini sebagai pertanda bahwa seseorang akan sakit sepanjang tahun.

Hal ini berkaitan dengan harapan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit sepanjang tahun.

Namun, bagi mereka yang memang perlu mengonsumsi obat setiap hari, hal ini tidak berlaku.

Baca juga: Prediksi Shio Hoki Berlimpah di Tahun Kuda Api 2026, Apa Saja?

Membiarkan anak menangis

Tangisan anak pada Imlek dianggap sebagai pertanda kesedihan dan kejelekan bagi keluarga. Oleh karena itu, orang tua biasanya berusaha menjaga suasana hati anak tetap gembira dengan memberi angpao, mainan, atau makanan manis agar tahun baru dimulai dengan kebahagiaan.

Membersihkan rumah pada hari Imlek

Menurut kepercayaan orang Tionghoa, membersihkan rumah pada hari pertama Imlek dianggap sebagai tindakan yang dapat "menyapu keluar" keberuntungan.

Oleh karena itu, pembersihan rumah lebih baik dilakukan sebelum Imlek agar dapat membuang nasib buruk dan memberi tempat bagi rezeki baru.

Memecahkan barang pecah belah

Barang pecah belah dianggap sebagai simbol keharmonisan dalam keluarga.

Memecahkannya pada hari Imlek dipercaya akan membawa pertanda adanya konflik atau perpecahan.

Karena itu, masyarakat dianjurkan berhati-hati ketika menggunakan barang-barang rapuh selama perayaan Imlek.

Baca juga: 10 Resep Sahur yang Mudah Dibuat: Bahan Dasar Telur, Tempe dan Sayur, Tak Sampai 30 Menit

Menggunakan benda tajam

Benda tajam seperti pisau atau gunting dianggap dapat "memotong" keberuntungan.

Penggunaannya pada Imlek dipercaya bisa menghalangi datangnya peluang baik sepanjang tahun.

Memberi angpao dengan jumlah ganjil

Angka genap, terutama angka delapan, dipercaya membawa keberuntungan.

Memberikan angpao dengan jumlah ganjil dianggap tidak menguntungkan karena melambangkan ketidakseimbangan.

Menangis atau bertengkar

Menangis atau bertengkar pada hari Imlek dipercaya akan membawa kesedihan sepanjang tahun.

Begitu juga dengan ucapan kasar yang dianggap mendatangkan pertengkaran yang berkepanjangan.

Baca juga: Prediksi 1 Ramadan 1447 Hijriyah Versi Alkhairaat, Muhammadiyah, NU dan Pemerintah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.