TRIBUNNEWS.COM - Jadwal drawing Thomas Uber Cup 2026 akan dihelat pada tanggal 18 Maret 2026 mendatang.
Setelah rangkaian turnamen kualifikasi di berbagai benua tuntas digelar, fokus pecinta bulu tangkis dunia kini tertuju pada agenda drawing (undian) grup.
Adapun jadwal turnamen beregu elite ini akan dihelat pada 24 April hingga 3 Mei 2026 ini akan berlangsung di Horsens, Denmark.
Indonesia dipastikan kembali melanjutkan tradisinya untuk tampil di putaran final Thomas & Uber Cup.
Kepastian ini didapat setelah tim putra dan putri Merah Putih tampil solid dalam ajang Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 beberapa waktu lalu.
Sesuai regulasi, tim yang berhasil menembus babak semifinal di turnamen beregu kontinental berhak mendapatkan tiket otomatis.
Di BATC 2026, tim putra dan putri Indonesia kompak melaju hingga ke babak empat besar, sekaligus mengamankan tempat di putaran final tanpa harus bergantung pada jalur peringkat dunia.
Seiring berakhirnya kualifikasi di Benua Asia, Eropa, hingga Amerika, daftar kontestan kini telah genap. Para delegasi bulu tangkis akan mengirimkan wakil terbaiknya.
Sebelum proses undian dilakukan pada pertengahan Maret nanti, ada beberapa tahapan administratif dan teknis yang harus dilalui oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) serta negara peserta.
Baca juga: Daftar Lengkap Thomas Uber Cup 2026: Malaysia Lolos Berkat Kanada Juara Zona Pan-Amerika
Konfirmasi keikutsertaan setiap negara memiliki tenggat waktu hingga 3 Maret 2026 untuk memberikan jawaban final terkait partisipasi mereka.
Penentuan tim unggulan (Seeding) juga akan dilakukan setelah daftar peserta terkonfirmasi.
BWF akan melakukan perhitungan peringkat dunia kolektif dari masing-masing kontestan.
Peringkat inilah yang nantinya menentukan siapa yang akan menempati posisi unggulan utama dalam pot undian.
Kemudian setelah itu masih ada agenda administratif lainnya sampai masuk agenda welcome dinner pada 22 April dilanjut Team Managers Meeting sehari setelahnya, 23 April 2026.
Pencapaian tim Uber Indonesia bisa dibilang sangat heroik. Tidak diunggulkan untuk melaju jauh, Srikandi Indonesia justru berhasil mematahkan prediksi.
Kala itu Gregoria Mariska dan kolega mencapai final pertama tim Uber Indonesia sejak tahun 2008 menyingkirkan Korea Selatan selaku juara bertahan secara dramatis di semifinal.
Di final, Indonesia harus mengakui keunggulan tuan rumah China dengan skor 0-3. Jorji cs telah memberikan perlawanan maksimal, namun kelas pemain China masih sulit ditembus.
Sementara tim Thomas Indonesia awalnya ditargetkan membawa pulang trofi. Namun tantangan di final sangatlah berat karena harus menghadapi China di hadapan pendukungnya sendiri.
Indonesia tampil meyakinkan sejak grup hingga semifinal dengan menyingkirkan lawan-lawan kuat seperti India dan China Taipei.
Sayangnya, di final mereka tak mampu berbuat banyak karena akhirnya dihajar China 3-1.
Satu-satunya poin Indonesia diraih oleh Jonatan Christie yang mengalahkan Li Shi Feng.
Anthony Ginting dan Fajar/Rian sempat memberikan perlawanan ketat, namun gagal mencuri poin.
Partai penentu dimainkan oleh Bagas/Fikri yang harus mengakui keunggulan He Ji Ting/Ren Xiang Yu.
(Tribunnews.com/Niken)