Tips Memilih Kurma Segar untuk Ramadan 2026, Kenali Tanda Kurma Busuk agar Tetap Sehat Saat Berbuka
Maudy Asri Gita Utami February 16, 2026 04:24 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, permintaan kurma di pasaran biasanya melonjak drastis. 

Buah manis yang identik dengan momen berbuka puasa ini memang menjadi menu favorit banyak keluarga karena rasanya lezat sekaligus bernutrisi. 

Namun, masyarakat perlu lebih teliti karena tidak semua kurma yang dijual masih dalam kondisi baik untuk dikonsumsi.

Sekilas, kurma busuk kerap tampak serupa dengan kurma segar. Karena itu, penting untuk memahami tanda-tanda kurma yang sudah tidak layak makan agar ibadah puasa tetap sehat dan aman. 

Kurma berkualitas sebenarnya bisa dikenali dari kondisi fisiknya, mulai dari warna, tekstur, hingga aromanya. 

Perubahan kecil pada ketiga hal tersebut sering menjadi tanda awal kualitas kurma mulai menurun.

Hal ini semakin penting karena banyak orang membeli kurma dalam jumlah besar sebagai stok selama Ramadan. 

Tanpa penyimpanan yang tepat, kualitas kurma dapat cepat menurun bahkan berisiko membahayakan kesehatan. Berikut beberapa ciri kurma yang sebaiknya tidak dikonsumsi:

• Tips Khatam Al-Qur’an Selama Ramadan 2026, Cara Mudah 1 Hari 1 Juz Agar Konsisten hingga 30 Hari

Perubahan Warna dan Muncul Bercak

Salah satu tanda utama kurma tidak layak makan adalah perubahan warna yang mencolok. Jika muncul bercak putih, bintik aneh, atau tanda jamur di bagian luar, kemungkinan kurma sudah tidak aman dikonsumsi.

Jamur juga bisa tumbuh di dalam buah, sehingga sebaiknya kurma dipotong terlebih dahulu sebelum dimakan untuk memastikan kondisinya.

Selain itu, warna kurma yang berubah jauh lebih gelap dari biasanya patut diwaspadai, terutama jika disertai bau tidak sedap atau tekstur aneh. Kondisi ini menandakan kurma sudah mulai rusak.

Tekstur Terlalu Keras atau Tidak Normal

Kurma kering memang memiliki tekstur agak padat, tetapi jika terasa sangat keras hingga sulit digigit, itu bisa menjadi tanda kualitasnya menurun.

Penyimpanan terlalu lama di suhu ruang dapat membuat kurma semakin kering dan berubah menjadi keras atau terlalu kenyal seperti dodol.

Mengonsumsi kurma seperti ini tidak hanya mengurangi kenikmatan berbuka, tetapi juga berisiko bagi kesehatan gigi dan pencernaan.

Dikerubungi Serangga 

Rasa manis kurma membuatnya mudah menarik serangga. Bukan hanya di bagian luar, serangga kecil juga dapat masuk dan bersembunyi di dalam buah.

Warna serangga kerap menyerupai warna kurma sehingga sulit terlihat sekilas. Karena itu, saat membeli kurma untuk Ramadan 2026, perhatikan dengan saksama apakah ada bintik kecil berwarna coklat menyerupai serbuk gergaji. Ini bisa menjadi indikator adanya hama di dalam buah.

Kurma organik yang tidak mengandung pestisida memang lebih berpotensi menarik serangga, laba-laba, atau cacing kecil. Jika ditemukan serangga pada satu buah, tidak selalu berarti seluruh stok harus dibuang.

Cukup singkirkan kurma yang terinfeksi dan periksa sisanya satu per satu. Namun, bila kurma dikerubungi lalat buah akibat penyimpanan terbuka, sebaiknya evaluasi kembali kualitasnya sebelum dikonsumsi saat Ramadan 2026.

Bau Tidak Sedap

Secara alami, kurma tidak memiliki aroma yang kuat. Biasanya hanya tercium bau lembut yang khas.

Jika tercium bau menyengat, asam, atau busuk, hal tersebut menjadi indikator jelas bahwa kurma sudah rusak. Meskipun tidak semua kurma busuk langsung berbau, perubahan aroma tetap menjadi tanda penting yang tidak boleh diabaikan menjelang Ramadan 2026.

• Aktifkan Kembali BPJS Kesehatan yang Sudah Dinonaktifkan hingga Cek Kepesertaan

Cara Menyimpan Kurma Agar Awet Saat Ramadan 2026

Agar kurma tetap segar sepanjang Ramadan 2026, penyimpanan yang tepat sangat penting. Apa saja yang perlu diperhatikan?

1. Simpan dalam Wadah Tertutup

Letakkan kurma kering maupun basah dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Bisa menggunakan kotak plastik, plastik kedap udara, atau kemasan mika aslinya.

Hindari menyimpan kurma dalam kardus, terutama jika dimasukkan ke kulkas. Permukaan karton memiliki rongga yang memungkinkan bakteri berkembang dan mencemari makanan lain. Executive Chef Mercure Jakarta Simatupang, Noldy Herling, juga menyarankan menyiram kurma dengan sedikit madu asli agar lebih awet dan tetap sehat.

2. Simpan di Kulkas atau Freezer

Kurma kering cukup awet selama 3–6 bulan di suhu ruang. Jika ingin bertahan hingga satu tahun, simpan di kulkas. Namun, teksturnya akan menjadi lebih keras.

Untuk kurma basah, penyimpanan di kulkas atau freezer sangat dianjurkan karena tidak tahan lama pada suhu ruang. Dalam waktu sekitar tiga hari, jamur bisa mulai tumbuh.

Kurma basah dapat bertahan hingga satu bulan di kulkas dan sekitar enam bulan di freezer. Berbeda dengan kurma kering, tekstur kurma basah tidak akan terlalu keras meski disimpan dalam suhu dingin karena kandungan airnya lebih tinggi.

3. Perhatikan Masa Kedaluwarsa

Sebelum membeli kurma untuk Ramadan 2026, penting memeriksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan. Jika membeli kurma kiloan, tanyakan langsung kepada penjual mengenai masa simpannya.

Tanggal kedaluwarsa membantu memperkirakan berapa lama kurma dapat disimpan di rumah. Biasanya, produk dengan masa kedaluwarsa kurang dari tiga hingga enam bulan dijual dengan harga lebih murah.

Menariknya, kualitas kurma yang kurang baik tidak selalu tercium dari baunya. Kadang tanda kerusakan justru terlihat dari adanya kutu di dalam kemasan. Oleh karena itu, periksa dengan teliti sebelum membeli persediaan untuk Ramadan 2026.

Menjelang Ramadan 2026, memastikan kualitas kurma yang dikonsumsi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan keluarga. Dengan mengenali perubahan warna, tekstur, aroma, hingga tanda keberadaan serangga, risiko mengonsumsi kurma rusak dapat dihindari. Penyimpanan yang tepat juga membantu menjaga kualitas kurma tetap baik selama Ramadan 2026 berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.