Warga Aceh Tengah Mulai Berburu Daging Meugang, Harga Tembus Rp 180 Ribu per Kilogram
Sri Widya Rahma February 16, 2026 04:47 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Alga Mahate Ara | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Warga Kabupaten Aceh Tengah mulai berburu daging meugang pada Senin (16/2/2026).

Baca juga: Harga Daging Sapi di Aceh Tengah Tembus Rp 180 Ribu/Kg Jelang Meugang Ramadan

Sejak pagi, masyarakat sudah memadati lokasi penjualan daging di Pasar Pagi Paya Ilang.

Berdasarkan pantauan TribunGayo.com di lapangan, warga memilih datang lebih awal untuk mendapatkan daging yang masih segar. 

Pasalnya, pedagang baru saja melakukan penyembelihan sapi dan kerbau di pagi hari.

“Pagi-pagi beli karena dagingnya masih segar, karena baru disembelih sampai rumah bisa langsung di olah ,” kata seorang ibu rumah tangga yang ditemui membeli daging, Rahmah kepada TribunGayo.com pada Senin (16/2/2026).

Harga Daging Naik

Harga daging meugang di Aceh Tengah saat ini berada di angka Rp 180.000 per kilogram (Kg). 

Angka tersebut naik Rp 20.000 per kg dibanding hari biasa yang berkisar Rp 160.000 per kg.

Selain daging, warga juga membeli tulang yang masih berdaging. 

Harga tulang tercatat Rp 100.000 per kg, naik sekitar Rp 30.000 per kg dari harga normal.

Warga umumnya membeli daging dan tulang secara sepaket untuk kebutuhan tradisi meugang

Baca juga: Aceh Tenggara Tetap Diuangkan untuk Daging Meugang Bantuan Prabowo, Begini Penjelasan Kalak BPBD

Selain sapi dan kerbau, sebagian masyarakat juga memilih membeli ayam. 

Hal itu terlihat dari ramainya pembeli di lapak penjualan ayam potong di Pasar Pagi Paya Ilang maupun Pendere.

Sejumlah warga memperkirakan harga daging masih berpotensi naik pada H-1 menjelang puasa, seiring meningkatnya permintaan.

Anggaran Bantuan Daging Meugang

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah menerima alokasi Rp 8,05 miliar dari Pemerintah Pusat untuk penyediaan daging meugang bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Sementara itu, Pemkab Aceh Tengah memutuskan mengalokasikan anggaran bantuan daging meugang sebesar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta untuk setiap kampung. 

Bupati Haili Yoga menjelaskan alokasi anggaran ditetapkan sebesar Rp 25 juta per desa secara merata. 

Sementara itu, kampung dengan jumlah penduduk lebih besar serta tingkat dampak bencana yang lebih parah akan menerima alokasi Rp 30 juta per desa. 

Kebijakan tersebut diambil untuk menyesuaikan kebutuhan masing-masing kampung terdampak.

Namun demikian, sejumlah warga mengetahui informasi pembagian daging tersebut.

Namun, warga mengaku belum mengetahui jadwal maupun mekanisme penyalurannya. 

Masyarakat menyebut informasi tersebut belum sampai secara jelas kepada mereka. 

Baca juga: Bantuan Presiden untuk Meugang Wajib Daging, Ini Arahan dari Mendagri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.