Bahlil Lahadalia Goda Emil Dardak Masuk Golkar: Sudah Mulai Goyang?
Cak Sur February 16, 2026 05:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan sinyal politik mengejutkan dengan secara terbuka menggoda Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, untuk bergabung ke partai berlambang pohon beringin tersebut.

Momen ini terjadi di tengah ribuan kader saat pelantikan pengurus DPD Golkar se-Jawa Timur di Jatim Expo, Surabaya pada Minggu (15/2/2026).

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M Sarmuji, menyebut ucapan tersebut sebagai candaan khas politisi, namun menegaskan bahwa pintu Golkar selalu terbuka lebar bagi sosok sekaliber Emil Dardak.

Sinyal 'Goyang' dari Bahlil Lahadalia

Dalam sambutannya yang disambut riuh tepuk tangan, Bahlil tidak ragu menyebut bahwa dirinya melihat ada gelagat 'ketertarikan' dari Emil Dardak yang hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

Bahlil menggunakan diksi "goyang" untuk menggambarkan posisi politik Emil saat ini.

"Pak Wagub gimana, apa sudah mulai goyang? Saya lihat Pak Wagub mulai goyang. Pak Wagub jangan terbuai dengan olahan Golkar. Tapi kalau Pak Wagub merasa hati sudah mulai nyaman, ya tidak apa-apa juga," ujar Bahlil dengan nada santai namun penuh makna.

Sebagai media yang konsisten mengawal dinamika politik lokal, SURYA.co.id mencatat bahwa pernyataan Bahlil ini bukan sekadar gurauan kosong. Hal ini mencerminkan strategi Partai Golkar yang berupaya merangkul tokoh-tokoh muda potensial di daerah strategis seperti Jawa Timur, untuk memperkuat basis elektoral di masa depan.

Respons M Sarmuji: Antara Canda dan Peluang

Menanggapi kehebohan tersebut, Sekjen Golkar M Sarmuji memberikan klarifikasi saat ditemui di sela-sela acara.

Sarmuji, yang juga merupakan tokoh kunci dalam pergerakan Golkar di Jawa Timur, menilai hal tersebut sebagai dinamika yang cair dalam dunia politik Indonesia yang mengedepankan silaturahmi.

"Canda-canda itu. Namanya canda-canda. Tapi kalau mau diseriusi boleh juga," seloroh Sarmuji kepada media.

Ia menambahkan, bahwa atmosfer di Jatim Expo saat itu sangat hangat, mencerminkan kedekatan antar parpol di Jawa Timur, meskipun mereka berkompetisi secara sehat.

Filosofi 'Kakak Tertua' dan Rumah Besar Golkar

Bahlil Lahadalia juga memaparkan filosofi menarik tentang hubungan Golkar dengan partai lain seperti Demokrat, Gerindra, NasDem dan Hanura.

Ia mengibaratkan koalisi ini sebagai satu rumah dengan kamar yang berbeda-beda, menekankan pentingnya persatuan nasional.

  • Filosofi Rumah: Golkar memandang partai lain sebagai saudara dalam satu atap.
  • Status Kakak Tertua: Golkar memosisikan diri sebagai pengayom bagi partai-partai lain.
  • Ajakan Pulang: Bahlil menyebut perpindahan kader sebagai "hijrah sementara" dan selalu ada jalan untuk kembali.

"Kalau di tempat sana tidak pas dan rindu pulang ke rumah, come on. Kami ibarat satu rumah beda kamar dan Golkar adalah kakak tertua, yang lain adik-adik. Kalau adik-adik tidak nyaman abang-abang akan memeluk kalian dengan erat," tegas Bahlil.

Dampak Politik di Jawa Timur

Langkah Bahlil ini dinilai para pengamat sebagai upaya menjaga stabilitas koalisi, sekaligus memperkuat posisi tawar Golkar di tingkat nasional.

Kehadiran Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim dalam acara Golkar, menunjukkan betapa cairnya komunikasi politik menjelang kontestasi besar mendatang.

Dengan ribuan kader yang memenuhi Jatim Expo, Golkar ingin menunjukkan bahwa mesin partai mereka sudah siap bergerak di Jawa Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.