Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISEENG - Seorang penjaga warung diduga menjadi korban pengancaman di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor.
Dalam video yang beredar, penjaga warung tersebut diancam oleh sejumlah orang yang diduga merupakan anggota organinasi masyarakat (ormas).
Dinarasikan kejadian itu bermula pada Sabtu (14/2/2025) malam, saat sekelompok orang berhenti di warung tersebut.
Mereka disebut datang untuk membeli bensin eceran dengan cara berutang. Hal itu mendapat penolakan dari penjaga warung karena merasa keberatan.
Pasalnya, disebutkan kurang lebih 10 motor yang akan mengisi bensin eceran dengan cara berutang.
Penolakan tersebut diduga menjadi pemicu keributan hingga terjadi adu mulut dan situasi memanas.
Bahkan salah satu oknum dari kelompok tersebut disebut menodongkan senjata tajam dan mengacam penjaga warung.
Kejadian yang meresahkan warga itupun dilaporkan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Parung.
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah hukumnya.
Ia beserta jajarannya yang terdiri dari piket patroli serta Bhabinkamtibmas langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk meredam situasi.
"Kami pada saat mendapat laporan mendatangi TKP dan memintai keterangan," ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Senin (16/2/2026).
Setelah aparat penegak hukum tiba di lokasi, situasi yang tadinya mencekam pun kembali menjadi aman dan kondusif.
Kendati demikian, kata dia, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan secara resmi dari pihak korban.
"Saat ini pemilik warung belum membuat laporan Polisi," katanya.