TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebanyak 11 anak yatim korban longsor di Desa Pasir Langu, Cisarua, Bandung Barat mendapat beasiswa pendidikan hingga sarjana pada Minggu (15/2/2026).
Bantuan beasiswa diberikan Garda Mawar melalui Yayasan Suyoto di Travellers Inn, Jalan Aria Jipang, Bandung guna meringankan beban anak yang menjadi korban longsor beberapa waktu lalu.
“Kami berharap anak-anak ini bisa menempuh pendidikan hingga lulus kuliah sesuai jurusan yang mereka pilih,” kata Ketua Umum Garda Mawar, Fauka Noor Farid, Senin (16/2/2026).
Diharapkan beasiswa yang diberikan Garda Mawar dapat memacu semangat anak-anak penyintas gempa untuk lebih giat belajar, dan semangat menggapai cita-cita mereka.
Selain beasiswa, Garda Mawar juga mengunjungi panti asuhan Muhammadiyah guna menyalurkan bantuan untuk balita serta hadiah umrah bagi lima pengurus panti.
“Kami ingin berbagi tanpa melihat perbedaan,” ujar Fauka yang juga merupakan Komandan Timsus Mawar 08.
Menurut Garda Mawar bantuan serupa terkait bidang kesehatan dan keagamaan, termasuk dukungan bagi rumah-rumah ibadah akan terus diberikan tanpa membedakan latar belakang.
Ketua Pelaksana Garda Mawar Goes to Bandung, Fajrika, mengatakan pihaknya terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung dalam Garda Mawar untuk membantu sesama.
“Syaratnya hanya satu, memiliki sepeda motor,” kata Fajrika.
Kegiatan pemberian bantuan beasiswa dari Garda Mawar turut dihadiri sejumlah pengurus komunitas dan Kepala Sekolah SMP Al Ma'arif Nur Hidayah tempat para siswa bersekolah.
Kepala SMP Al Ma’arif Nur Hidayah, Dede Lili Sudarsono menuturkan mengapresiasi kegiatan dan menyebut para siswa memang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Pasalnya sebagian siswa SMP Al Ma’arif Nur Hidayah menjadi korban bencana, bahkan beberapa di antara mereka kehilangan salah satu orangtua atau kedua orangtua akibat bencana.
“Kami berterima kasih atas perhatian terhadap masa depan anak-anak kami,” kata Dede.