TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di sejumlah titik rawan Kota Pekanbaru mulai mendapat perhatian serius aparat penegak hukum.
Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru turun langsung ke lapangan, menyasar kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah peredaran gelap narkotika, yakni Jalan Kampung Dalam, Kecamatan Pekanbaru Kota.
Pada Sabtu (15/2/2026) malam, puluhan personel bergerak dalam skema Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Operasi ini bukan sekedar patroli biasa, melainkan langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga menjelang Ramadan.
Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol M Jacub N. Kamaru, menjelaskan, sebelum operasi dimulai, seluruh personel diberikan penekanan khusus terkait standar operasional prosedur (SOP).
Pendekatan humanis tetap dikedepankan, namun tanpa mengurangi ketegasan dalam penindakan.
“Anggota diminta tetap profesional dan menghindari gesekan dengan masyarakat, tetapi tetap efektif dalam menindak pelanggaran,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Petugas kemudian menyisir lorong-lorong sempit yang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi terselubung maupun tempat penyalahgunaan narkotika.
Pemeriksaan dilakukan secara mendadak terhadap sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi.
Dari hasil tes urine di tempat, empat pemuda dinyatakan positif menggunakan narkotika.
Keempatnya langsung diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut, termasuk penelusuran asal barang yang mereka konsumsi.
Tak berhenti di situ, penggeledahan di sekitar lokasi turut membuahkan hasil.
Polisi menemukan sejumlah alat isap sabu atau bong, satu butir pil ekstasi, serta satu cartridge pods yang disembunyikan dalam tumpukan pasir untuk mengelabui petugas.
Seluruh penyalahguna beserta barang bukti dibawa ke kantor Satresnarkoba Polresta Pekanbaru untuk proses lebih lanjut.
Kepolisian memastikan penanganan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk membuka peluang rehabilitasi bagi mereka yang terindikasi sebagai pecandu.
Kompol Jacub menegaskan, operasi serupa akan terus digelar secara berkala, khususnya selama Ramadan.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen kepolisian menjaga ketenangan masyarakat, sehingga umat muslim di Pekanbaru dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khusyuk tanpa bayang-bayang peredaran narkoba.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)