Banjir Tambak Osowilangun: Jalur Surabaya-Gresik Lumpuh Akibat Sampah dan Rob
Cak Sur February 16, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jalur Surabaya-Gresik, tepatnya di Jalan Tambak Osowilangun, tergenang banjir hingga membuat arus kendaraan lumpuh pada Senin (16/2/2026).

Genangan tersebut terjadi imbas hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam (15/2/2026).

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah mengambil langkah cepat untuk menangani banjir yang dipicu hujan berintensitas tinggi, dan diperparah oleh kenaikan muka air laut.

Usai kondisi air surut, pihak Pemkot Surabaya langsung melakukan penelusuran di lapangan, untuk memastikan penyebab utama genangan di kawasan tersebut.

Dari hasil penelusuran, terungkap bahwa saluran air banyak tersumbat tumpukan sampah, sehingga petugas fokus melakukan normalisasi berupa pengerukan.

Berikut adalah poin-poin utama penanganan yang dilakukan Pemkot Surabaya:

  • Penelusuran penyebab utama banjir di sepanjang Jalan Tambak Osowilangun.
  • Fokus pada pengerukan sampah yang menyumbat saluran bawah jalan.
  • Pembukaan gorong-gorong yang tertutup melalui manhole di Sungai Kalianak.
  • Pengoperasian rumah pompa dengan sistem shift selama 24 jam penuh.
  • Koordinasi dengan petugas lalu lintas untuk kelancaran akses alat berat.

Fokus Normalisasi Saluran

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, memberikan keterangan langsung terkait proses penanganan di lokasi.

“Sejak pagi kami sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi saluran. Fokus kami membersihkan sampah di dalam saluran bawah jalan agar aliran kembali normal," kata Hidayat Syah saat dikonfirmasi SURYA.co.id di Surabaya, Senin (16/2/2026).

Menurut Hidayat, aliran air yang meluap hingga ke jalan utama memerlukan koordinasi dengan petugas lalu lintas, agar aktivitas pembersihan berlangsung aman.

“Pengerukan masih terus dilakukan secara bertahap, supaya tidak ada lagi material yang menghambat aliran air,” ujar Hidayat menambahkan.

Lokasi penanganan dipusatkan di Sungai Kalianak, di mana gorong-gorong yang sebelumnya tertutup, kini dibuka melalui manhole agar pembersihan optimal.

Jika diperlukan, akses di sekitar lokasi akan ditutup sementara demi kelancaran pengangkutan sampah dari dalam saluran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan saluran agar ke depan aliran air tetap lancar,” tuturnya.

Siaga Pompa dan Cuaca Ekstrem

Selain penanganan manual, Pemkot Surabaya mengoptimalkan operasional rumah pompa, dan memperkuat koordinasi lintas instansi sebagai langkah pencegahan.

Rumah pompa berfungsi mempercepat arus air, sehingga genangan bisa ditekan sekecil mungkin.

Kini, seluruh petugas disiagakan dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam untuk merespons cepat peningkatan debit air.

“Pompa kami nyalakan terus dengan sistem shift. Tim pagi, sore dan malam semuanya siaga, termasuk petugas pembersihan sampah di saluran dan screen,” jelas Hidayat.

Ia memaparkan, bahwa kawasan Osowilangun memiliki keterkaitan dengan jaringan sungai besar yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.

Hal ini mencakup Sungai Kalianak, Sungai Kandangan, hingga alur menuju laut yang membutuhkan sinergi lintas instansi.

“Untuk saluran besar kami terus menjalin koordinasi dengan instansi di pusat. Pemkot Surabaya selalu siap berkolaborasi demi menjaga keselamatan warga,” ujar Hidayat.

Potensi Cuaca Ekstrem di Surabaya

Pihak Pemkot Surabaya juga berkoordinasi dengan BMKG Juanda, yang telah mengeluarkan peringatan potensi banjir rob pada periode 13–20 Februari 2026.

BMKG turut memprediksi potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026, mulai dari hujan lebat hingga angin puting beliung.

Jika menemukan kondisi darurat, warga diminta menghubungi layanan 112 atau WhatsApp di nomor 081-131-112-112.

“Pemkot Surabaya berharap aliran air kembali normal dan masyarakat aktif menjaga kebersihan saluran agar risiko banjir dapat diminimalkan,” pungkas Hidayat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.