SURYA.co.id JOMBANG – Upaya memperkuat identitas ekonomi lokal dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Darul Ulum Jombang dengan memasang plang bertuliskan 'Kampung Pentol' di Dusun Mojoranu, Desa Tanggalrejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang pada Senin (16/2/2026).
Langkah ini menjadi simbol pengakuan atas geliat usaha mikro yang telah lama tumbuh dan menghidupi warga setempat.
Dusun Mojoranu selama ini dikenal sebagai sentra produksi pentol rumahan. Dari hasil pendataan mahasiswa, terdapat sedikitnya empat produsen aktif yang menjalankan usaha secara rutin.
Aktivitas produksi tersebut tak hanya menopang kebutuhan keluarga, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Rantai ekonomi pentol di dusun ini terbilang kuat. Sekitar 20 warga tercatat menjadi penjual pentol keliling yang memasarkan produk hingga ke sejumlah wilayah di Mojoagung dan daerah lain di luar kecamatan.
Baca juga: Dagang Pentol Keliling Jadi Modus HSA Buat Curi Motor di Surabaya, Sudah Beraksi di 19 Tempat
Distribusi yang luas itu bisa menjadikan Mojoranu sebagai salah satu penggerak ekonomi berbasis UMKM di Desa Tanggalrejo.
Koordinator Desa KKM UNDAR Tanggalrejo, Sigit Andiska, menuturkan gagasan pemasangan plang lahir dari observasi langsung di lapangan.
Menurutnya, potensi ekonomi yang sudah terbentuk tersebut perlu diperkuat dengan identitas yang jelas.
Baca juga: DPRD Gagas Kampung Cerdas Surabaya Berkelas Dunia, Seperti Ini Gambarannya
"Selama kami turun ke lapangan, terlihat bahwa usaha pentol di sini bukan sekadar usaha sampingan. Ada produsen, ada penjual, dan ada warga yang ikut terlibat dalam proses produksi. Ini sudah menjadi ekosistem ekonomi. Identitas ‘Kampung Pentol’ kami harap bisa mempertegas potensi itu," ucap Sigit saat dikonfirmasi SURYA.co.id Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, plang tersebut bukan hanya penanda wilayah, melainkan bagian dari strategi membangun citra dan kebanggaan kolektif warga.
Dengan branding yang kuat, peluang pengembangan usaha dinilai semakin terbuka, baik dari sisi pemasaran maupun jejaring distribusi.
Program ini, lanjut Sigit, juga menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
"Mahasiswa tidak hanya melakukan kegiatan seremonial, tetapi berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung di desa setempat. Dan ini salah satu upaya yang kami lakukan," kata Sigit melanjutkan.
Ke depan, mahasiswa KKM UNDAR berharap inisiatif ini dapat ditindaklanjuti dengan program lanjutan seperti penguatan kemasan produk, pemanfaatan pemasaran digital, hingga perluasan pasar agar UMKM pentol Mojoranu semakin kompetitif.
"Kami meyakini, jika ditambah sentuhan kemasan produk modern dan pemasaran digital digencarkan, pemasaran produk pentol dusun ini bisa lebih luas, dan bis bersaing kompetitif dengan produk lainnya," bebernya.
Dengan identitas baru tersebut, Dusun Mojoranu diharapkan semakin dikenal sebagai kampung kreatif berbasis ekonomi kerakyatan, sekaligus membuka ruang kolaborasi berkelanjutan antara warga, pemerintah desa, dan perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi lokal.
Apresiasi datang dari Pemerintah Desa Tanggalrejo. Kepala Desa Tanggalrejo, Dimas Wahyu Ramadhana, menyampaikan terima kasih atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa yang telah membantu membangun citra dusun.
"Kami menyambut baik inovasi ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif untuk memperkenalkan potensi Mojoranu secara lebih luas," ungkapnya.