SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa berbagi sembako kepada masyarakat kurang mampu menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan sosial ini menyasar marbot, petugas kebersihan serta pengemudi ojek online di Kota Surabaya, Senin (16/2/2026).
Pembagian bantuan tersebut dilakukan di dua lokasi strategis di wilayah ibu kota Jawa Timur tersebut. Berikut adalah rincian penyaluran bantuan sembako yang dibagikan:
Gubernur Khofifah menyampaikan, bahwa momentum menjelang Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan kesalehan dan kepedulian sosial.
Menurutnya, nilai-nilai Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual saja.
Ramadan juga harus dipahami sebagai momen penguatan solidaritas dan empati kepada sesama.
Khofifah mengajak masyarakat untuk membangun ketenangan jiwa melalui aksi nyata di lapangan.
“Ramadan ini mari kita bangun kekuatan ketenangan jiwa kita, supaya kita bisa menguatkan kesalehan sosial,” ujarnya.
Khofifah menambahkan, pembagian sembako ini merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk merespons kondisi ekonomi warga.
Bantuan ini diberikan, terutama untuk menghadapi kecenderungan kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan puasa. Pemerintah berupaya, agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.
“Jelang Ramadan biasanya harga bahan pokok naik, semoga ini dapat sedikit membantu saudara-saudara kita,” imbuhnya.
Menurut Khofifah, kepedulian sosial yang diberikan merupakan ikhtiar untuk menyemai kebahagiaan dan ketenangan dalam menyambut bulan suci.
Dukungan ini, diharapkan membuat warga menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.
“Mari kita tingkatkan kesalehan sosial dengan berbagai kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tuturnya.
Khofifah berharap, kepedulian ini dapat membuat masyarakat kurang mampu merasa lebih tenang menjalankan ibadah selama Ramadan.
Ia juga mengajak, agar aksi sosial ini terus berlanjut secara konsisten.
“Semoga dapat membuat saudara-saudara kita yang membutuhkan lebih tenang dalam menjalankan ibadah puasa, karena ada support dari yang berkecukupan, dan ini saya harap bisa terus dilakukan selama bulan Ramadan,” harap Khofifah.