Hadiri Undangan Hajatan, Puluhan Warga Loano Purworejo Diduga Keracunan Hidangan Katering
Yoseph Hary W February 16, 2026 10:00 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM - Keracunan massal terjadi di Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Hingga Senin (16/2/2026), terdata 68 orang mengalami gejala keracunan makanan berupa muntah dan mual. 

Puluhan warga Purworejo yang mengalami keracunan tersebut dilaporkan setelah menghadiri acara yang digelar salah satu warga setempat, Minggu (15/2/2026) malam.

Mereka mengalami keracunan diduga dari makanan katering yang dipesan keluarga yang menggelar acara.

Mual dan muntah setelah acara

Menurut Sekretaris Desa Trirejo, Fabrian Mahendra, pemerintah desa pertama kali menerima laporan dari warga sekitar pukul 14.00 WIB. 

Pemerintah Desa Trirejo menerima laporan sejumlah warga mengalami keluhan mual dan muntah setelah mengikuti acara undangan tersebut. 

“Awalnya kami mendapat informasi dari warga sekitar jam dua siang bahwa beberapa warga mengalami keracunan massal,” kata Fabrian saat ditemui kompas.com di lokasi kejadian, dikutip Tribun Jogja, Senin (16/2/2026). 

Menurut penelusuran sementara, keracunan diduga berkaitan dengan acara yang digelar pada Minggu malam. 

Pada acara tersebut, tuan rumah menyediakan hidangan bagi para undangan sebanyak 64 orang. Anggota keluarga tuan rumah juga menikmati hidangan dari katering itu sehingga jumlah warga yang terdampak lebih banyak dari jumlah undangan. 

“Yang diundang memang 64 orang, tetapi karena satu undangan biasanya dikonsumsi bersama satu keluarga, total yang terdata mengalami gejala mencapai 68 orang,” jelasnya.

Gejala berupa mual dan muntah

Mereka mengalami gejala serupa, yakni muntah-muntah, diare, sakit perut, serta pusing. Waktu munculnya gejala bervariasi. 

Sejak malam hari setelah acara itu warga mengeluh. Namun ada pula warga yang mengalami gejala keracunan pada dini hari dan Senin pagi. 

“Rata-rata sebelum subuh sudah merasa mual atau diare. Ada yang mulai malam, ada yang pagi. Variatif, tetapi keluhannya hampir sama,” ujarnya.

Disebutkan bahwa didangan itu dipesan dari jasa katering itu diterima dalam kondisi masih hangat.

Penyebab tunggu hasil pemeriksaan

Penyebab pasti keracunan itu pun masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait. 

Pemerintah Desa Trirejo telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dari Puskesmas Loano dan tim medis dari RSUD setempat. 

Jajaran Polsek dan Koramil juga turut membantu proses penanganan dan pendataan warga yang terdampak. 

Pemerintah desa membuka posko pelayanan kesehatan di rumah perangkat desa untuk memudahkan pemantauan kondisi warga.

Pendataan dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh warga yang mengalami keluhan dapat terpantau.

“Kami langsung membuka posko dan melakukan tracking. Kalau ada warga yang mengalami gejala, langsung kami arahkan untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Fabrian. (kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.