Survei Tingkat Kepuasan Publik Terbaru: Prabowo 79,9 Persen, Dedi Mulyadi 95,5 Persen
Jaisy Rahman Tohir February 16, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Tingkat kepuasan publik atau approval rating Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalahkan Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dilakukan dalam waktu berdekatan.

Seperti diketahui, sebagai Presiden ke-8 RI, Prabowo baru menjabat kurang lebih selama satu tahun tiga bulan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.

Sementara, Dedi Mulyadi baru setahun menjabat Gubernur Jawa Barat setelah dilantik Prabowo pada 20 Februari 2025 lalu.

Prabowo

Survei tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo dilakukan secara nasional pada 15-21 Januari 2026 dengan jumlah sampel 1.220 responden yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE)  kurang lebih 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Prabowo mencapai 79,9 persen.

Angka tersebut merupakan akumulasi responden yang menyatakan sangat puas sebesar 13,0 persen dan cukup puas 66,9 persen.

Responden yang menyatakan kurang puas tercatat 17,1 persen, sedangkan yang tidak puas sama sekali hanya 2,2 persen.

Adapun responden yang menjawab tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) sebesar 0,8 persen.

Menurut Founder dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, approval rating Prabowo terhitung sangat tinggi.

"Jadi sangat tinggi ya untuk ukuran approval rating seorang presiden ya."

"Kurang lebih bahkan tadi saya sebut ya dibanding awal-awal pemerintahan Pak SBY di 2004 pasca Pilpres, maupun Pak Jokowi 2014 pasca Pilpres  pertama  mereka memenangkan kompetisi elektoral, approval rating Pak Prabowo lebih tinggim," kata Burhanuddin saat pemaparan hasil rilis yang ditayangkan di Youtube @IndikatorPolitikIndonesia, dikutip Senin (9/2/2026).

Dedi Mulyadi

Sementara, Indikator menggelar survei pada 30 Januari-8 Februar 2026, dengan jumlah sampel sebanyak 800 responden yang tersebar di kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 800 responden di Jawa Barat memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) kurang lebih 3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasilnya, sebanyak 95,5 persen warga Jawa Barat menyatakan puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi.

Responden yang menyatakan sangat puas tercatat sebesar 35,8 persen, yang menyatakan cukup puas mencapai 59,7 persen.

Adapun responden yang menyatakan kurang puas berada di angka 4,0 persen. Sementara itu, tidak ada responden yang menyatakan tidak puas sama sekali (0,0 persen).

Sedangkan yang menjawab tidak tahu/tidak jawab sebesar 0,6 persen.

Burhanuddin juga menilai approval rating Dedi Mulyadi sangat tinggi sebagai kepala daerah.

"Sangat tinggi, yang mengatakan sangat tidak puas sama sekali tidak ada," kata Burhanuddin saat merilis hasil survei itu secara daring melalui Youtube @IndikatorPolitikIndonesia, Senin (16/2/2026).

Tatap Muka

Secara umum metodologi survei keduanya dilakukan secara wawancara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.