Diduga Angkut Drum BBM, Mobil Terbakar Hebat di Depan SPBU Bangka Tengah
M Zulkodri February 16, 2026 11:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Sebuah mobil jenis Suzuki APV hangus terbakar di depan SPBU Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (16/2/2026) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu sempat memicu kepanikan warga karena lokasi kebakaran berada persis di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kobaran api yang muncul dari dalam kendaraan dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian mobil.

Asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara, terlihat dari kejauhan di sepanjang Jalan Koba Km 1, jalur utama penghubung Pangkalpinang–Koba. 

Suara sirine mobil pemadam kebakaran meraung-raung memecah suasana siang yang sebelumnya relatif tenang.

Dari pantauan di lokasi, dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu mobil tangki air dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.

Lebih dari 15 personel Damkar Kota Pangkalpinang tampak berjibaku memadamkan api yang terus berkobar dari bagian dalam kendaraan.

Proses pemadaman berlangsung cukup intens mengingat posisi mobil yang berada tepat di depan area SPBU.

Api diketahui pertama kali terlihat dari bagian dalam kendaraan yang sedang terparkir di sekitar SPBU Kejora.

Dalam hitungan menit, api merambat ke seluruh bodi mobil hingga menyisakan rangka besi yang menghitam. Seluruh bagian interior, bodi, hingga ban kendaraan ludes dilalap api.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berlarian menjauh saat melihat kobaran api membesar.

Mereka khawatir api menyambar ke area tangki penyimpanan BBM milik SPBU yang jaraknya tidak terlalu jauh dari titik kebakaran.

“Besar apinya, tadi itu sampai ke arah jalan. Pegawai SPBU sempat coba padamkan, tapi api terus menghanguskan kendaraan itu sampai habis,” ujar Alay, salah satu warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Diduga Mobil Ngerit

OLAH TKP MOBIL TERBAKAR -- Anggota Polresta Pangkalpinang ketika melaksanakan olah TKP, di SPBU Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bateng, Senin (16/2/2026).
OLAH TKP MOBIL TERBAKAR -- Anggota Polresta Pangkalpinang ketika melaksanakan olah TKP, di SPBU Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bateng, Senin (16/2/2026). (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Menurut keterangan warga lain, mobil tersebut diduga hendak melakukan pengisian bahan bakar secara ilegal atau yang biasa disebut “ngerit”.

Dugaan itu muncul karena di dalam kendaraan ditemukan satu drum besi yang sudah dimodifikasi serta sebuah timbangan, yang keduanya ikut hangus terbakar.

“Mobil ngerit bang, itu dalamnya ada drum,” kata seorang warga di lokasi kejadian.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Aparat kepolisian menyatakan masih akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Pantauan di dalam kendaraan menunjukkan sebuah drum logam berada di bagian belakang mobil dalam kondisi gosong dan berubah bentuk akibat suhu tinggi.

Satu unit timbangan yang berada di dalam kabin juga tampak hangus terbakar.

Temuan ini memunculkan spekulasi bahwa kendaraan tersebut diduga telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM dalam jumlah besar.

Akibat kebakaran tersebut, satu unit kendaraan lain yang terparkir di seberang jalan ikut terdampak panas.

Bagian depan mobil tersebut terlihat meleleh, terutama pada komponen plastik di area bumper dan lampu.

Diduga kerusakan itu terjadi akibat paparan suhu tinggi saat kobaran api membesar.

Bau menyengat sisa kebakaran tercium kuat di sekitar lokasi.

Aroma terbakar yang menusuk hidung membuat sejumlah warga menutup hidung dengan kain atau masker seadanya.

Asap putih pekat masih terus mengepul bahkan setelah api berhasil dikendalikan.

Petugas kepolisian lalu lintas turut diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan mengatur arus kendaraan yang melintas.

Lalu lintas di jalur utama sempat melambat karena banyak pengendara mengurangi kecepatan saat melewati lokasi kejadian untuk melihat kebakaran.

Aktivitas SPBU Dihentikan

MOBIL TERBAKAR -- Petugas Kepolisian Polresta Pangkalpinang, ketika memasang garis police line terhadap kendaraan hangus terkabar di depan SPBU Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bateng, Senin (16/2/2026).
MOBIL TERBAKAR -- Petugas Kepolisian Polresta Pangkalpinang, ketika memasang garis police line terhadap kendaraan hangus terkabar di depan SPBU Kejora, Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bateng, Senin (16/2/2026). (Bangkapos.com/Adi Saputra)

Demi alasan keamanan, aktivitas pengisian BBM di SPBU Kejora dihentikan sementara.

Pintu gerbang keluar-masuk SPBU ditutup menggunakan sejumlah tiang pembatas.

Sejumlah anggota polisi, baik berseragam maupun berpakaian preman, terlihat berjaga di sekitar area SPBU.

Junai, selaku pengawas SPBU Kejora, membenarkan bahwa operasional dihentikan sementara sambil menunggu arahan dari manajemen.

“Masih nunggu dari manajemen, tapi sementara tutup dulu,” ujarnya.

Terkait dugaan kendaraan melakukan pengisian BBM secara ilegal, Junai mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi kendaraan tersebut.

Ia menegaskan bahwa pihak SPBU tidak melayani praktik pengeritan dan setiap pengisian wajib menggunakan barcode resmi.

“Kami tidak melayani pengerit dan pengisian tetap menggunakan barcode. Kalau tidak pakai barcode, kami tidak melayani,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa saat kebakaran terjadi, kendaraan tersebut disebut masih dalam antrean dan belum melakukan pengisian BBM.

Namun, hal itu masih menunggu konfirmasi dari hasil penyelidikan aparat.

Warga sekitar mengaku terkejut saat melihat kobaran api muncul dari mobil yang terparkir di sekitar SPBU.

Kepanikan sempat terjadi karena api dengan cepat membesar dan menjalar hingga ke badan jalan.

“Tidak tahu awalnya bagaimana, tapi pas saya lihat api sudah besar. Mobilnya sempat didorong ke arah jalan karena dekat dengan tempat penampungan BBM. Untung cepat dipadamkan Damkar,” kata seorang warga lainnya.

Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tidak ada informasi mengenai pengemudi atau pemilik kendaraan saat kejadian berlangsung.

Aparat masih mendalami apakah ada unsur kelalaian, korsleting listrik, atau faktor lain yang menjadi pemicu kebakaran.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena terjadi di lokasi yang sangat rawan, yakni tepat di depan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar.

Jika api tidak segera dikendalikan, potensi ledakan atau kebakaran lebih besar bisa saja terjadi.

Hingga sore hari, petugas masih melakukan pendinginan di sekitar bangkai kendaraan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang dapat memicu kebakaran ulang.

Kerangka mobil yang tersisa tampak ringsek dan hitam pekat, menjadi saksi bisu peristiwa yang sempat membuat panik warga Pangkalan Baru.

Pihak kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran serta mendalami dugaan adanya praktik pengisian BBM ilegal.

Aparat juga akan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak pengelola SPBU.

Sementara itu, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak berspekulasi sebelum hasil resmi penyelidikan diumumkan. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap aktivitas di sekitar SPBU demi mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan publik.

(Bangkapos.com/Erlangga/ Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.