Reaksi Bule Temukan Kutang Saat Ikut Aksi Bersih Bogor, Sesalkan yang Buang Sampah ke Sungai
Tsaniyah Faidah February 16, 2026 11:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Aksi bersih-bersih sampah digelar di Kabupaten Bogor dan Kota Bogor dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Selama dua hari berturut-turut, aksi bersih-bersih sampah ini digelar di Kabupaten Bogor pada Minggu (15/2/2026) dan Kota Bogor pada Senin (16/2/2026).

Yaitu dengan tajuk Gerakan Indonesia Aman Sehat, Resik dan Asri (ASRI)

Banyak pihak yang terlibat dalam gerakan ASRI untuk kebersihan lingkungan ini, mulai dari unsur aparat hingga komunitas dan relawan.

Ada pula keterlibatan konten kreator sekaligus aktivis sampah yang dikenal dengan nama akun Bule Sampah dalam gerakan ASRI di Sungai Cikeas, Kabupaten Bogor.

Dia adalah bule asal Jerman yang bernama asli Benedict Wermter atau kerap disapa Ben.

Berdasarkan video yang dibagikan Komunitas Peduli Sungai Cikeas - Cileungsi (KP2C) yang juga ikut dalam gerakan tersebut, Ben terekam turut memungut sampah bersama yang lainnya.

Di suatu momen, Ben terekam menemukan benda yang mirip kutang atau BH berwarna merah gelap saat dia memungut sampah di sungai dari atas perahu karet.

Wajah Ben terlihat menampakan reaksi dahi sedikit mengkerut saat memegang sampah mirip kutang itu.

Dia juga terlihat bingung dengan benda tersebut sambil memandangnya beberapa saat.

Dalam video tersebut, Ben juga meminta masyarakat agar jangan lagi membuang sampah ke sungai.

"Kita bersihin sungai ini, tapi jangan buang sampah ke sungai lagi !," kata Ben.

Fatwa MUI Haram Buang Sampah ke Sungai

Ketua KP2C Puarman menjelaskan bahwa di acara tersebut, selain dilakukan aksi bersih sungai, juga digelar pengukuhan fatwa MUI 'Haram Hukumnya Buang Sampah ke Sungai.'

Acara itu, kata Puarman, dihadiri oleh Menteri dan Wamen Lingkungan Hidup, MUI, UNDP Indonesia, TKNPSL, BBWSCC serta Kementerian/Lembaga.

Kegiatan diawali dengan bersih-bersih sampah Sungai Cikeas, di titik finish Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menerima sampah yang diserahkan.

"Selanjutnya, Menteri LH didampingi MUI, UNDP Indonesia, serta rombongan untuk menanam pohon dan melihat berbagai inovasi pengolahan sampah di KISUCI Sentul," kata Puarman saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (16/2/2026).

Puncak acara diisi dengan penyerahan Fatwa MUI kepada Menteri LH tentang pengelolaan sampah sungai, danau dan laut.

"Kemudian, fatwa diserahkan kepada perwakilan masyarakat atau komunitas diantaranya KP2C," ungkap Puarman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.