Sebby Ungkap Alasan KKB Serang Pesawat Smart Air
Ryan Nong February 16, 2026 11:37 PM

POS-KUPANG.COM, BOVEN DIGUL - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) yang juga disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata Papua mengaku telah memberi peringatan kepada pemerintah. 

Juru bicara markas pusat TPNPB, Sebby Sambom, mengatakan mereka telah menyampaikan bahwa area Korowai merupakan wilayah operasi milisi TPNPB dari Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XVI/Yahukimo yang dipimpin Elkius Kobak dan Kopitua Heluka sebagai komandan operasi.

"Kami konkret saja, sejak lama TPNPB keluarkan peringatan agar orang Indonesia tinggalkan wilayah Papua, terutama di zona konflik," kata Sebby.

TPNPB, dia melanjutkan, telah menetapkan wilayah Boven Digoel yang masuk wilayah operasi Kodap XVI/Yahukimo sebagai zona konflik, sehingga pelbagai insiden baku-tembak dianggap sebagai hal yang lumrah.

Selain itu, dia menuding, jika pesawat Smart Air juga kerap membawa prajurit TNI-Polri untuk bertugas di Papua. Pengangkutan pasukan dan logistik bagi TNI-Polri itulah yang membuat TPNPB menargetkan penembakan pesawat.

TPNPB, dia mengklaim, memiliki hukum perang, yakni dapat menembak siapa saja yang dinyatakan terlibat atau merupakan bagian dari TNI-Polri, termasuk intelijen.

"Kami ada catatan jika Smart Air selalu bawa TNI-Polri. Jadi, tidak salah kami membela diri untuk menyelamatkan hidup orang asli Papua," ujar Sebby.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawaih Letnan Kolonel Try Poerwanto menepis klaim TPNPB yang menyatakan pesawat Smart Air kerap mengangkut prajurit dan logistik TNI di Papua.

Dia mengatakan, apa yang disampaikan TPNPB, baik ihwal pesawat maupun zona konflik merupakan bagian propaganda untuk menutupi kejahatan kemanusiaan di Papua.

"Kami punya pesawat dan helikopter, tidak menggunakan pesawat sipil. Kami mengajak publik untuk tidak mempercayai apa yang disampaikan mereka (OPM)" ujar Try.

Kepala Satgas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan, saat insiden penembakan terjadi, pesawat yang diterbangkan oleh pilot Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Bas Koro itu membawa 13 penumpang.

Pesawat tipe A/C C208B Ex tersebut bertolak dari Bandar Udara Tanah Merah pukul 10.35 WIT pada Rabu, 11 Februari 2026 dan mendarat di Lapangan Terbang Korowai sekira pukul 11.00 WIT atau tepat saat insiden penembakan terjadi.

Dari penembakan itu, pilot dan Kopilot dinyatakan tewas tertembak. Sementara 13 penumpang dengan rincian 12 penumpang dewasa dan satu balita dinyatakan selamat. Satgas Operasi Damai Cartenz menyatakan telah mengantongi identitas pelaku penembakan.

"Milisi TPNPB Yahukimo yang dikenal dengan Batalyon Kanibal dan Semut Merah," kata Yusuf. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.