Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 33 36 37 38: Sejarah Perjuangan Bangsa Indonesia
Tim TribunTrends February 16, 2026 11:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Ayo jawab soalnya dengan semangat! Simak pembahasan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) kelas 6 Kurikulum Merdeka halaman 33, 36, 37, dan 38 yang membahas tentang Macam-Macam Perlawanan terhadap penjajah secara lengkap dan mudah dipahami.

Seluruh pembahasan ini disusun khusus untuk membantu orang tua dalam mencocokkan jawaban siswa serta mendukung proses belajar agar lebih efektif dan terarah.

Pertanyaan Esensial

Kunci jawaban halaman 33

Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 33 36 37 38, Macam-Macam Perlawanan

1. Bagaimana perjuangan para pahlawan dalam mengusir penjajah?

Jawaban:

Perjuangan para pahlawan Indonesia dalam mengusir penjajah sangat beragam dan heroik. Mereka menggunakan berbagai strategi dan metode, mulai dari perlawanan fisik hingga diplomasi. Berikut adalah beberapa contoh perjuangan mereka:

• Perang Diponegoro (1825-1830): Pangeran Diponegoro memimpin perang melawan Belanda di Jawa. Perang ini merupakan salah satu perlawanan terbesar dan paling berpengaruh di era kolonial Belanda, yang menyebabkan kerugian besar bagi Belanda.

• Perang Aceh (1873-1904): Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah dan para pejuang Aceh melawan Belanda dalam konflik panjang yang mengakibatkan banyak korban di kedua belah pihak. Perang ini dikenal karena ketangguhan dan keberanian para pejuang Aceh.

• Perlawanan Cut Nyak Dien dan Cut Meutia: Kedua pahlawan wanita ini terkenal karena keberanian mereka dalam memimpin perlawanan gerilya melawan penjajah Belanda di Aceh. Mereka menjadi simbol ketangguhan dan semangat juang perempuan Indonesia.

• Soekarno dan Hatta: Kedua tokoh ini memimpin perjuangan diplomatik dan politik menuju kemerdekaan Indonesia. Mereka mendeklarasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

2. Perang apa yang terjadi di daerah kalian saat terjadi penjajahan?

Jawaban:

Perang Puputan di Bali: Puputan adalah perang melawan penjajah yang dilakukan dengan semangat berani mati. Perang Puputan yang terkenal terjadi pada tahun 1906 dan 1908 di Denpasar dan Klungkung, Bali. Raja dan rakyat Bali berjuang sampai titik darah penghabisan melawan Belanda.

3. Apa manfaat mempelajari cerita sejarah perlawanan terhadap para penjajah?

Jawaban:

• Menghargai Perjuangan Leluhur: Mengetahui sejarah perjuangan para pahlawan membuat kita lebih menghargai pengorbanan mereka untuk kemerdekaan yang kita nikmati saat ini.

• Menanamkan Semangat Patriotisme: Cerita-cerita heroik dan semangat juang para pahlawan dapat menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan membela tanah air.

• Pendidikan Nilai-Nilai Kebangsaan: Sejarah perlawanan mengajarkan nilai-nilai seperti keberanian, ketangguhan, solidaritas, dan cinta tanah air.

• Mencegah Kesalahan Masa Lalu: Dengan memahami sejarah, kita bisa belajar dari kesalahan masa lalu dan berusaha untuk tidak mengulanginya, terutama dalam menjaga persatuan dan kedaulatan negara.

• Memperkuat Identitas Nasional: Sejarah perjuangan melawan penjajah merupakan bagian penting dari identitas nasional yang memperkuat rasa kebersamaan dan persatuan di antara masyarakat Indonesia.

Pertanyaan Diskusi

Kunci jawaban halaman 36

1. Bagaimana strategi Pangeran Diponegoro dalam melawan pasukan Belanda?

Jawaban:

Pangeran Diponegoro menerapkan taktik gerilya untuk melawan pasukan Belanda. Taktik ini melibatkan serangan mendadak dan tak terduga terhadap pasukan Belanda, serta memutus jalur pengiriman makanan bagi mereka. Dengan strategi ini, Pangeran Diponegoro berhasil membuat pasukan Belanda mengalami banyak kekalahan. Pasukan Diponegoro bergerak cepat, menyerang secara tiba-tiba, dan kemudian mundur sebelum pasukan Belanda bisa membalas serangan tersebut.

2. Bagaimana sikap Belanda saat melakukan perundingan dengan Pangeran Diponegoro?

Jawaban:

Sikap Belanda saat melakukan perundingan dengan Pangeran Diponegoro sangat licik dan tidak jujur. Meskipun mereka mengundang Pangeran Diponegoro untuk berunding, Belanda sebenarnya merencanakan penangkapan terhadapnya. Pada saat perundingan berlangsung, Belanda menangkap Pangeran Diponegoro dan mengasingkannya ke Makassar, Sulawesi Selatan, di mana ia menghabiskan sisa hidupnya hingga meninggal pada tahun 1855.

3. Apa yang menjadikan Perang Jawa termasuk The Great War menurut orang Eropa?

Jawaban:

Perang Jawa atau Perang Diponegoro termasuk dalam "The Great War" menurut orang Eropa karena skala dan dampaknya yang sangat besar. Perang ini melibatkan pengerahan sekitar 50.000 tentara oleh pihak Belanda, yang menunjukkan betapa seriusnya mereka memandang ancaman dari Pangeran Diponegoro. Selain itu, perang ini menyebabkan kerugian besar bagi Belanda, baik dalam hal sumber daya maupun manusia. Kerugian besar ini memaksa Belanda untuk mengembangkan kebijakan cultuurstelsel (sistem tanam paksa) untuk mengganti kerugian ekonomi yang ditimbulkan oleh perang.

4. Apa manfaat yang bisa diambil dari kejadian di atas?

Jawaban:

Manfaat yang bisa diambil dari kejadian di atas antara lain:

- Pelajaran tentang Strategi Perang: Kisah Pangeran Diponegoro menunjukkan pentingnya strategi yang cerdik dan adaptif dalam melawan musuh yang lebih kuat. Taktik gerilya yang digunakan oleh Diponegoro bisa menjadi inspirasi dalam situasi konflik lainnya.

- Kebijakan yang Bijaksana: Perlawanan dan keteguhan hati Pangeran Diponegoro mengajarkan pentingnya kebijakan yang adil dan bijaksana oleh pemerintah, untuk menghindari konflik dan pemberontakan.

- Nilai Kepahlawanan: Kisah ini mengingatkan kita pada nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan pengorbanan. Pangeran Diponegoro berjuang demi keadilan dan kemerdekaan, yang menginspirasi generasi berikutnya untuk selalu berjuang demi kebenaran dan kebebasan.

- Sejarah sebagai Guru: Mempelajari sejarah perlawanan terhadap penjajah membantu kita memahami dinamika sosial-politik masa lalu dan dampaknya terhadap masa kini. Ini juga mengingatkan kita untuk menghargai kemerdekaan yang kita miliki sekarang dan berusaha menjaga kedaulatan serta keadilan bagi semua.

- Pentingnya Persatuan: Perang Jawa menunjukkan bahwa kekuatan persatuan dan solidaritas masyarakat bisa menjadi faktor penentu dalam menghadapi penindasan dan penjajahan.

Pertanyaan Diskusi

Kunci jawaban halaman 37

1. Apa yang memicu terjadinya Perang Padri?

Jawaban:

Perang Padri dipicu oleh pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaum Padri) di Minangkabau, Sumatera Barat. Kaum Padri, yang dipengaruhi oleh ajaran Islam yang lebih puritan, menentang berbagai praktik adat yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ketegangan ini memuncak menjadi konflik bersenjata ketika kaum adat, yang merasa terdesak, meminta bantuan tentara Belanda untuk melawan kaum Padri. Sebagai imbalannya, Belanda berusaha menguasai wilayah Minangkabau.

2. Apa yang menyebabkan pasukan Padri membuat Belanda kewalahan?

Jawaban:

Pasukan Padri di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol menggunakan strategi perang gerilya. Strategi ini melibatkan serangan mendadak, memanfaatkan medan yang sulit dijangkau, dan menghindari pertempuran terbuka dengan pasukan Belanda yang lebih besar. Taktik ini berhasil mengacaukan pasukan Belanda, yang tidak terbiasa dengan perang gerilya di wilayah yang bergunung-gunung dan berhutan lebat, sehingga membuat mereka kewalahan.

3. Mengapa setelah Perang Jawa, pasukan Tuanku Imam Bonjol mengalami kekalahan melawan tentara Belanda?

Jawaban:

Setelah memenangkan Perang Jawa, Belanda mengerahkan lebih banyak pasukan ke Sumatera Barat untuk menghadapi kaum Padri. Dengan jumlah pasukan yang meningkat pesat, Belanda mampu melakukan serangan lebih besar dan lebih terkoordinasi. Pada tahun 1833, terjadi pertempuran hebat di daerah Agam. Akhirnya, Tuanku Imam Bonjol ditangkap pada tanggal 25 Oktober 1837, setelah pasukan Belanda berhasil mengepung dan mengalahkan pasukan Padri.

4. Apa manfaat yang bisa diambil dari kejadian di atas?

Jawaban:

Manfaat yang bisa diambil dari kejadian di atas antara lain:

- Pentingnya Persatuan: Konflik internal yang melibatkan kaum adat dan kaum Padri menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan sangat penting untuk menghadapi ancaman eksternal. Ketidaksepakatan internal bisa dimanfaatkan oleh pihak luar, seperti Belanda, untuk memperkuat cengkeraman mereka.

- Strategi Perang Gerilya: Kisah Tuanku Imam Bonjol dan strategi perang gerilya yang digunakannya menunjukkan efektivitas taktik ini dalam menghadapi musuh yang lebih kuat dan lebih terorganisir. Ini bisa menjadi pelajaran penting dalam strategi militer.

- Kebijakan yang Adil dan Bijaksana: Kejadian ini mengingatkan kita bahwa kebijakan yang adil dan bijaksana sangat penting dalam menjaga harmoni dan menghindari konflik internal yang bisa dimanfaatkan oleh pihak luar.

- Nilai Kepahlawanan: Perjuangan Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah menunjukkan keberanian dan keteguhan hati dalam memperjuangkan kemerdekaan dan keadilan. Ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk selalu berjuang demi kebenaran dan kebebasan.

- Sejarah sebagai Guru: Mempelajari sejarah perlawanan terhadap penjajah membantu kita memahami dinamika sosial-politik masa lalu dan dampaknya terhadap masa kini. Ini juga mengingatkan kita untuk menghargai kemerdekaan yang kita miliki sekarang dan berusaha menjaga kedaulatan serta keadilan bagi semua.

Setelah membaca teks Masa Pergerakan Nasional, jawablah pertanyaan berikut pada buku tugas kalian.

Kunci jawaban halaman 38

1. Apa peran Sumpah Pemuda dalam mempersatukan para pemuda dan pemudi di Indonesia?

Jawaban:

- Membentuk Identitas Nasional: Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan deklarasi dari para pemuda Indonesia untuk mengakui satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu Indonesia. Ini membentuk identitas nasional yang kuat di antara berbagai suku, agama, dan kelompok etnis yang ada di Indonesia.

- Menggalang Persatuan dan Kesatuan: Sumpah Pemuda mendorong semangat persatuan dan kesatuan di kalangan pemuda Indonesia. Dengan adanya semangat kebersamaan ini, pemuda dari berbagai daerah dapat bersatu dalam perjuangan melawan penjajahan.

- Menginspirasi Perjuangan Kemerdekaan: Sumpah Pemuda menjadi inspirasi bagi gerakan-gerakan kemerdekaan berikutnya. Semangat persatuan yang diusung oleh Sumpah Pemuda mendorong munculnya berbagai organisasi dan gerakan yang bertujuan untuk memerdekakan Indonesia dari penjajahan.

- Menguatkan Rasa Nasionalisme: Sumpah Pemuda meningkatkan rasa nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia. Mereka merasa memiliki tanggung jawab bersama untuk memperjuangkan kemerdekaan dan membangun bangsa Indonesia.

- Menyatukan Perjuangan: Sebelum Sumpah Pemuda, perjuangan melawan penjajah seringkali bersifat lokal dan terpecah-pecah. Setelah Sumpah Pemuda, perjuangan menjadi lebih terkoordinasi dan terpusat, dengan tujuan yang sama yaitu kemerdekaan Indonesia.

2. Apakah yang akan terjadi jika semangat bersatu kurang dimiliki oleh bangsa Indonesia pada masa penjajahan?

Jawaban:

Jika semangat bersatu kurang dimiliki oleh bangsa Indonesia pada masa penjajahan, beberapa kemungkinan yang dapat terjadi adalah:

- Perjuangan yang Terpecah: Tanpa semangat persatuan, perjuangan melawan penjajah akan terpecah-pecah dan tidak terkoordinasi. Hal ini akan memudahkan penjajah untuk menumpas perlawanan yang ada karena kurangnya kekuatan dan kesolidan dari pihak yang melawan.

- Mudah Diadu Domba: Penjajah sering kali menggunakan strategi politik adu domba (divide et impera) untuk melemahkan kekuatan perlawanan. Tanpa semangat bersatu, berbagai kelompok di Indonesia akan lebih mudah diadu domba dan saling bertikai, yang akhirnya menguntungkan penjajah.

- Kurangnya Dukungan Nasional: Perjuangan kemerdekaan memerlukan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Jika tidak ada semangat persatuan, dukungan ini akan sulit didapatkan, sehingga perjuangan menjadi lebih berat dan kemungkinan untuk meraih kemerdekaan menjadi lebih kecil.

- Minimnya Solidaritas: Kurangnya semangat bersatu juga berarti kurangnya solidaritas antar berbagai kelompok di Indonesia. Tanpa solidaritas, sulit untuk membangun gerakan yang kuat dan berkelanjutan untuk melawan penjajah.

- Ketergantungan pada Pihak Asing: Tanpa persatuan, kemungkinan besar beberapa kelompok akan mencari dukungan dari pihak asing, yang bisa saja memiliki agenda tersembunyi yang merugikan kepentingan nasional Indonesia

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 Halaman 43 44 45: Kemerdekaan dan Peristiwa di Sekitarnya

Baca juga: Kunci Jawaban IPAS Kelas 6 SD Halaman 90 91: Pengamatan dan Wawancara Terkait Warisan Budaya

(TribunBali.com/I Made Wira Adnyana Prasetya/TribunTrends.com/Ivanna Putri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.