TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Jalan Raya Pasar Kemis yang menghubungkan Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, Rajeg, dan wilayah lain di Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menjadi sorotan publik karena kondisinya yang rusak.
Kerusakan yang terjadi di ruas jalan ini diduga telah menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan lalu lintas hingga menelan sebanyak empat korban jiwa.
Insiden pertama terjadi pada Minggu (1/2/2026), seorang wanita berusia 42 tahun harus merenggut nyawa setelah terjatuh dari motor dan terlindas truk molen, saat melintasi jalan tersebut tepatnya di depan PT Victory Chingluh.
Kecelakaan berikutnya menimpa seorang pengendara motor wanita berinisial SM (21) pada Minggu (7/2/2026). Korban meninggal di tempat usai alami kecelakaan dengan dump truk.
Selanjutnya kecelakaan terjadi pada Rabu (11/2/2026). Di mana pengendara motor berinisial ML (19) terlibat kecelakaan dengan truk trailer hingga tewas di tempat.
Dan kecelakaan terakhir terjadi pada Jumat (13/2/2026), yang menimpa seorang siswi SMA berinsial CRA. Korban tewas usai motor yang dikendarainya tertubruk truk molen.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Tangerang, Ipda Purbawa menjelaskan, penyebab kecelakaan dari tiga peristiwa itu berbeda-beda. Mulai dari human eror hingga jalan rusak.
"Penyebabnya berbeda-beda, ada yang human eror dan ada juga kejadian yang TKP-nya dekat jalan rusak, adanya jalan rusak juga bisa menjadi faktor penyebab, kami akan koordinasi dengan instansi terkait," ujarnya kepada wartawan, dikutip Senin (16/2/2026).
Baca juga: Jalan Raya Pasar Kemis yang Diklaim Sudah Dibenahi Pemkab Tangerang Masih Rusak dan Rawan Kecelakaan
Namun di tengah sorotan dan desakan warga agar pemerintah segera bertindak, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud menyampaikan, bahwa proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan.
“Perbaikannya pelan-pelan, bertahap,” ujarnya, saat menjawab pertanyaan TribunBanten.com, mengenai waktu perbaikan di Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (16/2/2026)
Politisi Golkar itu lantas menegaskan, jika belum dianggarkan dalam APBD murni, maka perbaikan harus menunggu mekanisme APBD Perubahan.
Menurutnya, setiap tahapan wajib dijalani agar tidak menyalahi aturan dan dapat dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun hukum.
"Yang jelas pemerintah daerah, pak bupati berusaha sekuat tenaga bagaimana jalan-jalan yang mengalami kerusakan ini bisa diperbaiki," katanya.
Ia pun mengaku, sudah mengetahui kondisi jalan tersebut dalam kondisi rusak dari media sosial, meski wilayah Kecamatan Pasar Kemis merupakan daerah pemilihanya di Pemilihan Umum 2024 lalu.
"Kan sudah ramai di medsos," katanya menjawab pertanyaan apakah dirinya mendapatkan laporan dari warga sekitar perihal jalan tersebut dalam kondisi rusak.
Adapun saat ditanya mengenai fakta bahwa masih ada ruas yang belum tersentuh perbaikan maksimal, Amud menyebut, pemerintah daerah tetap memikirkan kebutuhan masyarakat dan hak warga untuk mendapatkan fasilitas yang layak.
Ia juga menyinggung perihal pos dana pemeliharaan yang bisa dicek ke dinas terkait.
"Nanti di cek ke dinas terkait ya, ke PU Bina Marga. Karena sekarang juga musim hujan ya, dan itu juga mungkin harus benar-benar diperhatikan," pungkasnya.
Meski demikian, publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar penjelasan prosedural. Sebab fakta di lapangan menunjukkan sejumlah titik kerusakan masih terlihat menganga.
Beberapa warga mengaku, tambal sulam yang dilakukan sebelumnya tidak bertahan lama dan kembali rusak, terlebih saat musim hujan.
“Masih banyak lubang, apalagi kalau malam hari atau hujan. Sangat berbahaya,” ujar warga sekitar, Aini (29) yang ditemui di lokasi.
Hal senada disampaikan oleh pengguna jalan, Fitri (33) yang mengaku, kerap terhambat saat melintasi jalan tersebut.
"Saya pernah hampir jatuh juga, waktu lewat pas di depan SPBU itu kan lubangnya kemaren cukup dalam," kataya.
“Karena saya tiap hari lewat sini, masih banyak lubang. Kalau hujan malah tidak kelihatan karena tertutup air,” tambahnya.
Ia pun berharap, pemerintah daerah segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam, guna mencegah jatuhnya korban jiwa kembali.
"Pengennya beneran diperbaiki, bukan cuma ditambal doang. Apalagi tambalan nya ini tidak rata, masih banyak lubang," harapnya.
Sebagai informasi, Jalan Raya Pasar Kemis merupakan jalur padat yang dilalui kendaraan sepeda motor, angkutan umum, hingga kendaraan berat yang memiliki 12 roda atau lebih.
Jalan tersebut menghubungkan tiga wilayah kecamatan, yaitu kawasan industri Cikupa, Pasar Kemis, dan Kecamatan Rajeg.
Sepanjang jalan juga berdiri berbagai toko, perumahan elit, dan satu perusahaan besar, PT. Victory Chingluh, menjadikan kawasan ini sangat ramai dan berisiko tinggi.
Selain itu perbaikan yang disebelumnya diklaim oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid sedang berjalan, juga tidak terlihat adanya para petugas ataupun roda berat yang beroperasi.