TRIBUNJOGJA.COM - Malam hari setelah menghadiri undangan dengan menu makan lauk ayam dan ati ampela, puluhan warga Desa Trirejo, Kecamatan Loano, Purworejo mengalami muntah, diare, sakit perut, dan pusing.
Total ada 68 warga yang diduga mengalami gejala keracunan setelah menghadiri acara yang digelar pada Minggu (15/2/2026) malam.
Warga mengeluh mual dan muntah mulai malam hari, ada pula yang baru merasakannya dini hari dan pagi hari setelahnya.
Bagaimana kronologinya, Sekretaris Desa Trirejo, Fabrian Mahendra mengatakan acara tersebut digelar pada Minggu (15/2/2026) malam.
Dalam kegiatan tersebut, tuan rumah membagikan konsumsi kepada sekitar 64 undangan ditambah anggota keluarga tuan rumah.
“Memang sebelumnya ada acara ruwahan dan menyediakan hidangan bagi para undangan. Setelah itu muncul keluhan dari warga yang mengonsumsi makanan tersebut,” kata Fabrian saat ditemui di Posko desa setempat, Senin (16/2/2026).
Menurut keterangannya, hidangan dari katering yang dibagikan berupa nasi dengan lauk ayam dan ati ampela.
Warga memberi kesaksian bahwa saat makanan diterima dari pihak katering, kondisinya masih hangat.
Namun, gejala mulai dirasakan secara bertahap oleh para penerima makanan. “Informasi dari warga, makanan saat diterima masih hangat. Tetapi gejala yang muncul hampir sama, yakni muntah dan diare,” ujarnya.
Fabrian menceritakan ada warga yang mulai merasakan gejala sejak malam hari setelah menyantap hidangan, sementara lainnya baru mengeluh pada dini hari hingga pagi.
“Rata-rata sebelum subuh sudah merasa mual dan diare. Ada yang malam, ada yang pagi. Variatif, tetapi keluhannya hampir sama,” kata dia.
Pemerintah Desa Trirejo langsung melakukan pendataan serta membuka posko pelayanan kesehatan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Puskesmas Loano dan tim medis dari rumah sakit setempat untuk membantu pemeriksaan warga. (kompas.com)