TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Buah kurma bisa menjadi salah satu rekomendasi Anda berbuka puasa di bulan suci Ramadan.
Meski sederhana, namun jangan salah dengan manfaat yang diberikan buah ini.
Bahkan tak diolah menjadi sajian mewah pun, kurma memiliki banyak manfaat.
Cita rasanya yang khas membuat kurma nikmat disantap.
Apalagi saat momentum berbuka puasa.
Kurma bisa mengembalikan energi yang hilang selama berpuasa.
Ini menjadikan kurma cocok dikonsumsi sebagai takjil berbuka puasa.
Baca juga: Harga Kurma di Pusat Perbelanjaan Kendari Sulawesi Tenggara, Warga Mulai Stok untuk Ramadan 2026
Sebelum menyantap sajian hidangan menu yang lebih berat seperti nasi.
Kurma juga cocok sebagai pengganti menu berbuka yang lebih sehat dan bernutrisi.
Untuk di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), kurma bisa didapatkan di sejumlah swalayan ataupun mal.
Biasanya di bulan suci Ramadan, stok kurma akan lebih banyak.
Misalnya di salah satu swalayan bernama Marina Mart. Stok kurma tersedia dengan berbagai brand.
Begitupula di MGM Kendari, di kawasan Baruga, juga tersedia kurma.
Harganya variatif, mulai dari yang murah hingga mahal.
Ada yang dijual per kemasan, dengan berbagai ukuran ataupun berat.
Lantas apa saja manfaat yang diberikan dari buah kurma?
Melansir Everyday Health, berikut ini manfaat kurma yang beragam:
Diketahui, kurma adalah salah satu buah yang memiliki kandungan mineral tinggi.
Mulai dari kalium, magnesium, fosfor, dan kalsium.
Sehingga, sangat bagus untuk membantu menjaga kepadatan tulang.
Tak hanya itu, juga membantu mencegah osteoporosis.
Kombinasi mineral ini juga baik untuk kesehatan otot, gigi, serta kulit.
Bagi yang suka sembelit, kurma bisa menjadi solusinya.
Buah ini, kaya akan serat.
Meski penting, asupan serat umumnya masih rendah .
Kandungan serat yang tinggi membantu melancarkan pencernaan, mencegah sembelit, dan menciptakan rasa kenyang lebih lama.
Dengan mengonsumsi sekitar 3-5 butir kurma saat berbuka, telah berkontribusi memenuhi kebutuhan serat harian.
Meski rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah, yakni sekitar 43-55.
Ini membuat kurma tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Hal ini membuatnya aman dikonsumsi penderita diabetes dalam porsi wajar.
Kandungan prebiotik alami dalam kurma, seperti serat larut dan oligosakarida, berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus.
Usus yang sehat tidak hanya mendukung pencernaan optimal, tetapi juga memperkuat sistem imun tubuh secara keseluruhan.
Antioksidan dan serat di dalamnya juga berperan menurunkan kolesterol dan melindungi kesehatan jantung.
Ini menjadi kabar baik bagi orang yang sedang menjaga kesehatan jantung mereka. (*)
(TribunHealth.com)(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)