J&T Express Antisipasi Lonjakan Paket Ramadan 2026, Siapkan Armada Pesawat
Cak Sur February 18, 2026 02:04 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - J&T Express mematangkan strategi operasional guna mengantisipasi lonjakan volume pengiriman paket menjelang Ramadan 2026 yang diprediksi meningkat tajam.

Langkah strategis ini merujuk pada performa tahun 2025, di mana volume pengiriman tercatat melesat hingga lebih dari 40 persen dibandingkan bulan-bulan biasa.

CEO J&T Express, Robin Lo, menyatakan bahwa tingginya minat belanja online masyarakat menjadi motor utama pertumbuhan permintaan logistik setiap tahunnya.

Strategi Hadapi Cuaca Ekstrem dan Volume Tinggi

Robin menekankan bahwa Ramadan tahun ini memiliki tantangan ganda, yakni lonjakan paket dan potensi cuaca ekstrem yang dapat menghambat distribusi.

"Kami optimis dapat tetap memenuhi ekspektasi pelanggan melalui strategi yang adaptif dan teknologi terintegrasi," ujar Robin dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Untuk menjaga kualitas layanan, J&T Express menerapkan empat langkah kunci berikut:

  • Penambahan SDM dan Shift: Merekrut pekerja musiman (seasonal worker) dan menambah shift malam guna mempercepat sortir paket di gateway sesuai Service Level Agreement (SLA).
  • Ekspansi Transportasi: Menambah frekuensi linehaul antar kota dan provinsi dengan memaksimalkan moda transportasi truk hingga pesawat terbang.
  • Implementasi AI: Memantau alur pengiriman secara real-time menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk memitigasi kendala cuaca dan bencana alam.
  • Layanan Non-stop: Seluruh outlet Drop Point dan Mini Drop Point dipastikan tetap beroperasi setiap hari selama bulan suci Ramadan.

Tren Belanja Fashion Jadi Pendorong Utama

Optimisme J&T Express diperkuat oleh data riset pasar. Berdasarkan survei Jakpat, sekitar 70 persen responden berencana meningkatkan pengeluaran mereka selama Ramadan.

Sementara itu, data Populix menyoroti bahwa 78 persen masyarakat akan berfokus membeli produk fesyen, yang secara historis merupakan kategori barang paling dominan di jaringan pengiriman J&T.

"Melihat tren belanja yang terus meningkat, kami berkomitmen menjaga keandalan layanan agar paket sampai ke tangan pelanggan dengan aman dan tepat waktu," pungkas Robin.

Mengapa Logistik Ramadan Selalu Sibuk?

Tradisi mudik dan saling mengirim hantaran (hampers) di Indonesia membuat sektor logistik mencapai puncak performa (peak season) pada dua minggu sebelum Idul Fitri. J&T Express, sebagai salah satu pemain utama ekspedisi di Asia Tenggara, terus memperkuat infrastruktur mesin sortir otomatis di pusat transit mereka di seluruh Indonesia untuk meminimalisir keterlambatan pengiriman akibat faktor manusia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.