“Hari ini kami melaksanakan buka puasa pertama. Bersama-sama di hari pertama di bulan Ramadhan. Versi pemerintah tentunya,”

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menggelar buka puasa bersama pengungsi Aceh Tamiang yang telah menempati hunian sementara (huntara) di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.

“Hari ini kami melaksanakan buka puasa pertama. Bersama-sama di hari pertama di bulan Ramadhan. Versi pemerintah tentunya,” ujar Tito dalam acara buka puasa bersama masyarakat Aceh Tamiang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis.

Tito mengajak masyarakat untuk mensyukuri buka puasa bersama yang digelar hari ini, terlebih pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025.

“Pada bencana yang lalu, salah satu (daerah) yang terdampak berat adalah di Aceh Tamiang ini. Dan kita masih terus bekerja keras untuk memulihkan, bahkan insya Allah akan lebih baik,” kata Tito.

Adapun yang menjadi indikator pemulihan kawasan bagi Tito adalah kondisi jalan, listrik, internet, serta pasar dan toko yang mulai beraktivitas.

“Semua sudah pada kelihatan, tetapi belum selesai. Masih banyak yang ingin kami kerjakan,” ucap Tito.

Adapun dalam buka bersama kali ini disiapkan oleh jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang.

Para anggota TNI memasak 2.500 porsi masakan khas Aceh kuah beulangong untuk buka puasa bersama (bukber) perdana di hunian sementara (huntara) Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.

Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Subhi Fitra Jaya mengatakan memilih menu kuah beulangong, sebab menu tersebut merupakan hidangan spesial bagi orang Aceh.

Kuah beulangong merupakan gulai khas Aceh yang berbahan dasar daging kambing atau sapi, dimasak bersama nangka muda dalam kuali besar (beulangong) dengan menggunakan kayu bakar.

Untuk memasak kuah beulangong tersebut, Subhi mengatakan telah menyiapkan setidaknya 180 kilogram (kg) daging.

Sekitar 30 orang anggota TNI ia kerahkan untuk mempersiapkan acara tersebut.

“Ini jamuan untuk semua yang ada di kompleks ini, kurang lebih 600 KK. Ini (menu buka puasanya) juga gabung dengan masyarakat sekitar, bukan hanya yang di huntara saja yang bisa bergabung di sini,” ujar Subhi.