Kawah Ijen Ditutup Selama 8 Hari, Mulai 19 hingga 26 Februari 2026
Haorrahman February 20, 2026 02:52 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Jalur pendakian di Taman Wisata Alam Kawah Ijen tetap ditutup selama delapan hari, mulai 19 hingga 26 Februari 2026. Penutupan ini tetap berlaku meskipun pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan dalam kondisi selamat.

Keputusan tersebut diumumkan resmi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melalui surat bernomor PG.422/K.2-BIDTEK/KSA.04.01/B/2/2026. Surat yang ditandatangani Kepala BBKSDA Jatim, Nur Patria Kurniawan, awalnya diterbitkan untuk mendukung proses pencarian pendaki yang hilang.

Penutupan tidak hanya berlaku untuk kegiatan wisata pendakian, tetapi juga untuk aktivitas lain seperti penelitian dan kegiatan nonwisata lainnya di kawasan tersebut.

Baca juga: Remaja 16 Tahun yang Hilang di Gunung Ijen Ditemukan Selamat

Evaluasi Cegah Kejadian Serupa

Kepala Seksi V BBKSDA Banyuwangi, Dwi P Sugiarto, menegaskan bahwa penutupan tetap berjalan sesuai jadwal meski korban telah ditemukan.

"Penutupan masih berlaku karena untuk evaluasi dan perbaikan ke depannya," kata Dwi, Jumat (20/2/2026).

Menurutnya, pihak BBKSDA masih mengumpulkan data dan informasi lengkap terkait insiden pendaki hilang tersebut. Data itu akan dianalisis bersama pihak terkait untuk menentukan langkah antisipatif.

"Hasilnya nanti akan kami diskusikan untuk menentukan langkah ke depan seperti apa, agar kejadian yang sama bisa diminimalisir," lanjut Dwi.

Baca juga: Remaja 16 Tahun Hilang, Kawah Ijen Ditutup Sementara untuk Fokus Pencarian

Pendaki yang sempat dilaporkan hilang, Muhammad Dzikri Maulana (16), ditemukan oleh tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian, Kamis (19/2/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan korban ditemukan sekitar pukul 16.16 WIB. Ia berada di area tebing dengan radial 6,7 derajat, sekitar 890 meter dari titik awal dilaporkan hilang.

Setelah ditemukan, tim SAR melakukan evakuasi dengan metode vertical rescue. Korban berhasil diturunkan dari lokasi tebing sekitar pukul 17.50 WIB.

"Korban berhasil dibawa turun menuju Pos Paltuding dengan kondisi selamat, tapi lemas," ujarnya.

Dari Pos Paltuding, korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Licin untuk mendapatkan perawatan medis.

Operasi pencarian hari kedua melibatkan 41 personel gabungan. Tim terdiri dari Kantor SAR, BPBD, Polsek, Koramil, KSDA Gunung Ijen, SAR independen, serta relawan setempat.

Meski proses pencarian telah berakhir dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, pengelola kawasan tetap memprioritaskan evaluasi menyeluruh sebelum membuka kembali jalur pendakian di Kawah Ijen.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.