Pertamina Survei Seismik 2D di 5 Kabupaten di Lampung, Mulai Produksi Tahun 2032
Reny Fitriani February 20, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Komisi XII DPR RI bersama Pertamina dan Pemerintah Provinsi Lampung dan stakeholder terkait membahas rencana survei seismik migas di lima kabupaten di Lampung. 

Survei tersebut menjadi tahap awal eksplorasi minyak bumi yang ditargetkan dapat mulai berproduksi sekitar tahun 2032 jika ditemukan cadangan yang ekonomis.

Adapun pembahasan itu dilangsungkan di Ballrom Radison Bandar Lampung, Jumat (20/2/2026) siang.

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Putri Zulkifli Hasan, mengatakan kunjungan kerja yang dilakukan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap perencanaan dan pelaksanaan kegiatan usaha hulu migas, khususnya survei seismik 2D yang akan dilakukan Pertamina di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan.

Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi antara DPR, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Lampung guna memastikan kesiapan teknis, perizinan, serta dukungan daerah terhadap pelaksanaan eksplorasi migas.

Baca Juga Pertamina EP Akan Survei Seismik 2D untuk Pastikan Potensi Migas di Lampung

“Kami memandang survei seismik 2D ini sebagai langkah konkret karena eksplorasi hari ini tentu akan menentukan kemampuan produksi pada tahun-tahun mendatang,” kata Putri.

Survei seismik tersebut direncanakan melintasi lima kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur, serta mencakup sekitar 35 kecamatan dan 142 desa. 

Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung sejak Desember 2025 hingga Agustus 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi XII DPR RI juga membahas sejumlah hal strategis, seperti kesiapan teknis pelaksanaan survei, dukungan perizinan, rencana eksplorasi lanjutan, hingga mitigasi dampak sosial dan lingkungan di wilayah yang dilintasi kegiatan survei.

Putri menegaskan, survei seismik merupakan tahapan awal yang penting dalam eksplorasi migas karena menjadi dasar pemetaan struktur geologi sebelum dilakukan pengeboran.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Hulu Rokan, Eviyanti Rofraida mengatakan, kegiatan yang dilakukan saat ini masih berada pada tahap survei seismik untuk pengambilan data potensi migas di bawah permukaan tanah.

Ia menjelaskan, jika hasil survei menunjukkan adanya cadangan yang ekonomis, maka kegiatan akan dilanjutkan dengan pengeboran eksplorasi hingga tahap produksi.

“Kalau memang diperkirakan ditemukan cadangan yang ekonomis, kemungkinan produksi baru bisa dimulai sekitar tahun 2032,” ujarnya.

Menurut Eviyanti, survei seismik dilakukan dengan menanamkan alat berukuran kecil untuk mengirimkan getaran guna memetakan lapisan bawah permukaan tanah dan memastikan apakah cekungan fluida yang ada mengandung minyak atau hanya air.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mendukung kelancaran kegiatan, termasuk dalam proses perizinan dan sosialisasi kepada masyarakat.

Di tempat yang sama, kepala Dinas ESDM Provinsi Lampung Febrizal Levi Sukmana menuturkan, survei seismik tersebut bertujuan untuk meninjau potensi minyak bumi darat (onshore) di wilayah Lampung.

"Pemerintah Provinsi Lampung mendukung penuh pelaksanaan survei tersebut, termasuk melalui penerbitan kebijakan penggantian tanam tumbuh bagi lahan terdampak serta dukungan sosialisasi di daerah," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan eksplorasi migas tersebut berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah, antara lain melalui dana bagi hasil (DBH), penyerapan tenaga kerja, serta program tanggung jawab sosial perusahaan bagi masyarakat sekitar.

"Pemprov Lampung bersama Pertamina juga telah melakukan pendekatan kepada sejumlah perusahaan perkebunan guna memastikan kegiatan survei dapat berjalan lancar sesuai jadwal," pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.