Prediksi Strategi Menyerang Persebaya di Jepara, Banyak Opsi Formasi untuk Hadapi Persijap
Dyan Rekohadi February 20, 2026 05:07 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  - Persebaya Surabaya datang ke Jepara dengan kondisi pincang. Laga tandang melawan Persijap Jepara pada 21 Februari 2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi ujian berat, terutama karena lini depan Bajol Ijo kehilangan dua pemain kunci.

Absennya Bruno Paraiba dan Malik Risaldi membuat pelatih Bernardo Tavares harus menyiapkan strategi menyerang yang berbeda. Kombinasi pemain senior dan muda diperkirakan menjadi pilihan utama untuk menjaga agresivitas tim.

Baca juga: Persebaya Surabaya Bakal Tampil Pincang, Pemain Muda Jadi Harapan, Adre Arido Berpeluang Debut

 

Kondisi Lini Depan Persebaya

Absennya Bruno Paraiba yang masih dalam tahap pemulihan setelah cedera debut, serta Malik Risaldi yang belum sepenuhnya pulih, membuat Persebaya kehilangan dua opsi penting di lini depan.

Kondisi ini memaksa Tavares mengandalkan Bruno Moreira sebagai kapten sekaligus penyerang utama.

Moreira diharapkan menjadi target man yang menjaga tekanan di lini depan.

Mihailo Perovic menjadi tandem yang siap mendukung Moreira. Perovic sempat mencetak gol saat melawan Bhayangkara FC, meski tim akhirnya kalah.

Pedro Matos juga bisa menjadi opsi tambahan di lini tengah untuk mendukung serangan.

Kehadirannya memberi keseimbangan dalam transisi permainan.

Rivera tetap menjadi motor permainan.

Ia menjaga ritme dan distribusi bola agar serangan Persebaya lebih terstruktur.

Leo Lelis, yang sebelumnya sempat dimainkan sebagai striker dadakan melawan Bhayangkara, bisa kembali menjadi opsi alternatif.

Eksperimen ini menunjukkan fleksibilitas Tavares dalam memanfaatkan pemain bertahan untuk menambah daya dobrak.

Tavares menilai kondisi ini sebagai kesempatan bagi generasi muda untuk membuktikan diri.

“Mereka harus berani mengambil risiko,” ujarnya.

Baca juga: Head to Head Persijap vs Persebaya, Bajol Ijo Unggul Tapi Tanpa 4 Pemain Kunci

 

Transisi di Tim Tuan Rumah

Di sisi lain, tim Persijap Jepara sebagai tim tuan rumah tengah menjalani transisi dengan adanya pergantian di posisi pelatih kepala.

Persijap bisa jadi akan memiliki semangat baru setelah Mario Lemos kembali ke kursi pelatih kepala, sementara Divaldo Alves bergeser ke posisi direktur teknik.

Pergantian ini diharapkan memberi energi tambahan bagi tim yang tengah berjuang keluar dari papan bawah klasemen.

Tapi jika transisi tidak berjalan mulus, tentunya bisa jadi keuntungan tersendiri bagi Persebaya.

Persijap memiliki catatan kandang yang tidak terlalu impresif, hanya tiga kemenangan yang didapat dari laga kadang musim ini.

Tapi yang perlu dicatat, salah satu kemenangan kadang mereka adalah menundukkan tim pemuncak klasemen, Persib Bandung

Bermain di Gelora Bumi Kartini tetap memberi kekuatan tersendiri bagi Persijap.

Baca juga: Prediksi Skor Persijap vs Persebaya Surabaya, Bajol Ijo Bangkit, Rivera Jadi Motor Utama Tim

 

Pemain Muda dan Cadangan yang Bisa Menjadi Striker

Selain Moreira dan Perovic, Persebaya memiliki opsi pemain muda yang bisa menjadi kejutan. Dari daftar skuad terbaru, beberapa nama berpeluang tampil sebagai pengganti di lini depan.

Ahmad Mujtaba Ilham, bek sayap jebolan akademi berusia 18 tahun, bisa dimanfaatkan sebagai pemain sayap menyerang. Kecepatan dan keberaniannya menembus pertahanan lawan menjadi nilai tambah.

Riyan Ardiansyah, penyerang sayap kanan berusia 29 tahun eks PSIS Semarang yang baru direkrut dari Malut United, juga berpeluang tampil sebagai pengganti Malik Risaldi.

Pengalaman dan kecepatan Riyan bisa menjadi senjata tambahan.

Riyan bisa bekerjasama lagi di lapangan dengan rekan sesama eks PSIS, Gali Freitas.

Gali Freitas, winger asal Timor-Leste, bisa menjadi opsi di sayap kiri. Ia memiliki kemampuan dribel yang tajam dan bisa memberi variasi serangan.

Alfan Suaib, pemain muda berusia 21 tahun, bisa menjadi opsi cadangan di sektor sayap kanan.

Ia dikenal memiliki determinasi tinggi meski belum banyak pengalaman di level atas.

Dimas Wicaksono, pemain berusia 18 tahun, juga bisa menjadi alternatif di posisi sayap kanan.

Meski masih sangat muda, ia berpeluang mendapat menit bermain jika rotasi darurat diperlukan.

Bruno Moreira tetap menjadi kapten dan ujung tombak utama.

Perannya sebagai pemimpin di lapangan sangat penting untuk menjaga mental tim.

Mihailo Perovic diharapkan menjadi tandem yang efektif. Ia memiliki naluri mencetak gol yang bisa menjadi pembeda.

Pedro Matos bisa berperan sebagai gelandang serang yang mendukung lini depan. Umpan-umpan vertikalnya memberi variasi serangan.

Rivera menegaskan bahwa tim harus tetap fokus. “Kami tahu ada pemain yang absen, tapi semua yang ada di tim siap bekerja keras,” katanya.

Kapten Bruno Moreira menegaskan bahwa tim harus tampil disiplin.

“Kami harus fokus penuh sejak menit pertama,” ujarnya.

Atmosfer ruang ganti Persebaya penuh motivasi. Leo Lelis menegaskan bahwa tim sudah siap menghadapi tekanan.

Kenangan manis kemenangan 4-0 di pertemuan pertama musim ini menjadi motivasi tambahan bagi Persebaya.





© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.