TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Banjir yang merendam permukiman di kawasan Kebon Pala, RW 04 dan RW 05, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur kian parah pada Jumat (20/2/2026) sore.
Bila pada Jumat siang ketinggian banjir luapan Kali Ciliwung berkisar 1,2 meter, pada pukul 15.00 WIB tinggi air yang merendam permukiman warga tercatat mencapai 1,5 meter.
"Semakin naik, karena air kiriman dari Depok baru sampai. Dari jam 02.00 WIB air mulai meluap sampai sekarang air semakin naik," kata warga RW 04, Unus Buhari (77), Jumat (20/2/2026).
Menurut warga banjir dipicu debit air kiriman dari Depok dan Bogor, karena tinggi pintu air Bendungan Katulampa dan Pos Pantau Depok sebelumnya berstatus siaga 3.
Kondisi kian diperburuk dengan tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (19/2/2026), hal ini mengakibatkan aliran Kali Ciliwung meluap.
"Ini juga belum tahu kapan surutnya. Karena tergantung kondisi di Pintu Air Manggarai, sama di Depok dan Bogor. Kalau di sana hujan lagi, kemungkinan lama surutnya," ujar Unus.
Meski banjir terbilang tinggi dan hingga sore belum menunjukkan tanda-tanda segera surut, tapi warga Kebon Pala masih memilih bertahan di lantai dua rumahnya masing-masing.
Sementara sejumlah petugas gabungan masih bersiaga di lokasi, mereka mengantisipasi bila nantinya warga membutuhkan bantuan evakuasi ke posko pengungsian.
"Ya mudah-mudahan sih di Jakarta, Depok, sama Bogor enggak hujan lagi nanti malam. Jadi banjir bisa cepat surut, karena kalau hujan lagi bisa tambah tinggi airnya," tutur Unus.