Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo melakukan pembersihan rumpun bambu yang menghambat aliran air di jembatan Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (20/2/2026).
Pembersihan dilakukan menyusul adanya genangan air di wilayah Nguter, termasuk di kawasan Songgorunggi Daleman, akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan rumpun bambu tersebut tersangkut di bagian cincin jembatan sehingga memperlambat aliran air sungai.
“Kemarin kan di Nguter juga ada genangan air di Songgorunggi Daleman itu juga. Dan imbas dari banjir tersebut ada rumpun bambu yang nyangkut di cincin jembatan, hari ini dibersihkan,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Pembersihan dilakukan BPBD bersama unsur TNI/Polri serta relawan masyarakat setempat di Kedungwinong.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air kembali lancar dan meminimalkan potensi banjir susulan.
Ariyanto menambahkan, dengan curah hujan yang cenderung meningkat setiap hari, BPBD Sukoharjo terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan.
Baca juga: Penyebab Banjir di Bendosari Sukoharjo, Saluran Air Tak Mampu Tampung Debit yang Meningkat Drastis
Komunikasi dilakukan melalui grup WhatsApp yang beranggotakan seluruh relawan kebencanaan di Kabupaten Sukoharjo guna mengantisipasi kemungkinan bencana alam.
Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Perum Jasa Tirta (PJT) untuk memantau debit sungai serta ketinggian air dan operasional pompa.
“Kami juga memantau perkiraan cuaca dari BMKG dan itu kami bagikan di grup. Relawan di kecamatan-kecamatan juga sudah siap bergerak dan melakukan pemantauan,” tandasnya. (*)